Saat Massa Aksi IMM Bima Dilarang Shalat di Ruang Kantor Bupati Bima
Cari Berita

Advertisement

Saat Massa Aksi IMM Bima Dilarang Shalat di Ruang Kantor Bupati Bima

Jumat, 09 November 2018

Foto: Massa aksi dari IMM Cabang Bima melaksanakan shalat ashar berjamaah di depan kantor Bupati Bima.
Indikatorbima.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima menyayangkan sikap pihak pemerintah Kabupaten Bima yang melarang massa aksi menggunakan salah satu ruangan untuk shalat ashar berjama'ah. Hal itu disampaikan oleh Adriadin, ketua umum IMM Cabang Bima.

"Yang jelas tindakan pemerintah Kabupaten Bima mengenai pelarangan sholat itu sangat tidak etis dan beretika," kata Adriadin kepada Indikator Bima.

Peristiwa pelarangan shalat Ashar itu bermula ketika puluhan kader IMM melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Bima pada hari Kamis (08/19) kemarin.

"Kami sangat menyayangkan hal ini. Ketika kami hanya ingin sholat kok di halang-halangi," ungkap Adriadin.

Aksi demonstrasi yang menuntut kejelasan tentang proyek pengadaan buku mulok yang menghabiskan anggran 2 milyar tersebut, sempat bersitegang dengan aparat kepolisian.

Massa aksi merasa heran dan tidak terima dengan pihak pemerintah Kabupaten Bima yang tidak memberikan salah satu ruangan di kantor Bupati Bima untuk dijadikan tempat shalat ashar berjama'ah. Alasannya karena Bupati Bima sedang rapat dan tidak bisa diganggu.

"Tanggapan pemerintah Kabupaten Bima ketika kami meminta salah satu ruangan untuk dikosongkan supaya kami sholat adalah bupati sedang rapat tidak bisa diganggu," terang Adriadin.

"Apa hubungannya bupati rapat dan kami sholat," lanjutnya.

Lebih lanjut, Adriadin mengaku heran dan tidak bisa menerima dengan akal sehat ketika alasan pihak pemerintah Kabupaten Bima hanya karena Bupati Bima sedang rapat, sehingga massa aksi tidak diberikan izin menggunakan salah satu ruangan untuk shalat ashar berjamaah.

"Kan nggak logis dan kami bukan ingin anarkis tapi hanya ingin menjalankan kewajiban kami sebagai muslim itu saja," jelasnya.

Meski sempat bersitegang dengan aparat, massa aksi terpaksa melakukan shalat ashar berjamaah di halaman kantor Bupati Bima di bawah teriknya sinar matahari.

Reporter: Taufiq
Editor     : Furkan As