Pengaruh Globalisasi terhadap Pola Pikir Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Pengaruh Globalisasi terhadap Pola Pikir Masyarakat

Selasa, 20 November 2018

Foto: Penulis
"Meskipun banyak etikanya, tujuan dari upacara minum teh adalah untuk mendekatkan penyaji dengan tamunya, serta yang harus diperhatikan penyaji bukan keteraturan, tapi kenyamanan tamu (JSP:102)"

Budaya barat yang lahir dari Negara Jepang pada penggalan kutipan dalam novel Jakarta Sebelum Pagi karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie di atas, merupakan bentuk keterkaitan antara penyaji dan tamu sebagai upaya memberikan kenyamanan dalam sebuah interaksi yang dibangun dalam ranah sosial.

Keterbukaan pemikiran ini diwujudkan dalam kedai teh milik seorang gadis kecil keturunan arab yang bernama Suki, sikapnya yang dewasa dan pembawaannya yang lugas mampu mengantarkan kedainya menjadi kedai terkenal kala itu.

Sebagai pemilik kedai teh, rancangan demi rancangan yang sifatnya menarik minat pembeli harus selalu diperbaharui, Suki bersama kakaknya yang bekerja sebagai pebisnis tanaman atau lebih tepatnya penjual bunga hyacinth selalu bertukar ide dan mencari inspirasi, mereka percaya bahwa segala inspirasi muncul saat tradisi minum teh (ngeteh) dimulai. Sehingga dengan keyakinan itu berdampak positif dalam kehidupan mereka dan semua orang percaya, bahwa kebiasaan itu memang benar adanya.

Pada mulanya, kebiasaan yang terlihat biasa ini tidak menjadi hal yang signifikan. Namun, karena rasa percaya dan yakin, akhirnya memang benar, saat tubuh butuh istirahat dan kita minum teh disela waktu luang kita, pemikiran-pemikiran yang kritis dan gebrakan untuk maju akan terwujud. Apalagi jika dalam kebiasaan ini kita bersama dengan orang-orang yang memiliki daya pikir hebat mengenai segala aspek kehidupan yang semakin kesini semakin melunjak kualitasnya, mulai dari segi pendidikan, komunikasi, bisnis bahkan teknologi.

Sebagai makhluk hidup yang bersifat human society, tentunya berinteraksi dengan sesama ataupun masyarakat luas membutuhkan karakter, kebiasaan dan cara berkomunikasi yang baik, karena itu semua akan berpengaruh pada pola pikir dan juga tingkah laku sesama kepada kita sebagai objek yang membutuhkan orang lain dan juga penerimaan diri akan mudah terealisasikan. Kebiasaan yang dimaksud disini adalah langkah awal kita dalam menjalani kehidupan, segala hal kecil yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan yang mengenah dalam diri.

Pengaruh budaya lain digambarkan pada realita masyarakat Jakarta yakni gambaran cara kerja orang barat terutama Korea yang sudah tersistem. Di Indonesia, orang-orang berangkat kerja atau lebih tepatnya memulai beraktivitas pada pukul 07.00. Pada waktu itu, manusia berbondong-bondong menuju lokasi kerja, halte dan juga tempat menimba ilmu (sekolah).

Tampak penggambaran dalam narasi novel sebagai berikut : “Gambaran kehidupan masyarakat Jakarta working class di Jakarta. Beaten down, corrupted, digiling tipis dalam gerbong kereta penuh orang, dan akhirnya dijemur di bawah matahari terik Ibu Kota. (JSP:4)”. Peristiwa ini merupakan gambaran dari pengaruh Budaya Barat yang direalisasikan di Indonesia. Berkenaan dengan peristiwa ini, Indonesia akan segera tertata sumber daya manusianya untuk segera bersaing dalam kanca dunia baik pada hal pekerjaan, pendidikan, bisnis, bahkan teknologi dan komunikasi.

Di Indonesia, khususnya Jakarta telah melakukan perubahan yang besar terhadap aktivitas masyarakatnya, walaupun sebenarnya tingkat pengangguran masih belum sepenuhnya bisa dihapuskan. Namun setidaknya, dalam kesehariannya warga Jakarta telah berpikir jernih menyikapi kondisi dan situasi macetnya kota Jakarta dengan menggunakan alat transportasi yang telah disediakan oleh pemerintah. Tidak hanya itu, sedikit demi sedikit rasa kepedulian terhadap sesama telah mengakar dalam pribadi masyarakat Jakarta semenjak rasa sosial diterapkan dengan penggunaan transportasi oleh pemerintah.

Problematika yang diangkat dari novel Jakarta Sebelum Pagi juga berkenaan dengan pengaruh perang Al Jazair. Pengaruh ini mengharuskan masyarakat untuk selalu waspada dan berpikir kritis terhadap setiap permasalahan.

Efek yang ditimbulkan setelah adanya peperangan tentu sangat besar, terutama bagi anak kecil. Lewat mata, kejadian akan terekam sempurna dalam ingatan. Seperti halnya yang tergambar pada novel ini, anak kecil menyaksikan secara langsung orangtuanya dibunuh dan melihat dengan mata kepala sendiri terjadinya tembakan, semburan api dan ledakan bom, sehingga anak ini mengalami panic attack dan fobia sentuhan serta fobia suara hingga dewasa, dampak ini mengakibatkan orang-orang disekitarnya harus bisa memahami apa yang terjadi pada bocah ini ketika psikisnya sedang tidak stabil. Hal ini digambarkan dalam cuplikan-cuplikan dialog sebagai berikut : “Serius, sekarang sudah nggak terlalu parah, tapi kalau tiba-tiba ada suara keras yang muncul-seperti kamu tiba-tiba mengetuk pintu-dia bisa mengalami panic attack” (JSP : 60).

Dengan demikian, pengaruh globalisasi terhadap pola pikir masyarakat dalam novel Jakarta sebelum pagi kiranya sudah terealisasi dengan baik bentuk positifnya, mulai dari kebiasaan mencari inspirasi, kondisi Jakarta yang sudah mulai tersistem, hingga pola pikir kritis mengenai hal-hal yang telah terjadi. Hal ini membuktikan bahwa pengaruh globalisasi dalam hidup masyarakat Indonesia sangat besar. Maka dari itu, kita sebagai warga masyarakat dan juga manusia yang baik, sudah barang tentu harus melakukan suatu perubahan.

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie sebagai penulis sekaligus pemenang sayembara DKJ 2014 dan 2016 dalam novelnya yang berjudul Jakarta Sebelum Pagi mampu menyuguhkan berbagai realita terhadap pengaruh globalisasi yang sedang maraknya di Negara kita, Indonesia.

Pembahasannya yang tercermin pada liku masa lalu dan sekarang menjadikan suguhan hangat yang perlu dibahas lebih lanjut. Selain itu, penyampaian klimaks dan konklusi yang dibalut dengan genre romance menambah minat pembaca terhadap novel ini.

Gebrakan yang bisa kita ambil dalam berperilaku bisa diwujudkan dengan salah satunya membaca karya sastra. Karya sastra mampu mencerminkan kehidupan yang terjadi pada zaman ini maupun yang telah lampau, segala solusi atas problematika juga tersampaikan pada sebuah karya sastra, jika dengan membaca tak mampu mendobrak pikiran kita yang telah mati suri, setidaknya dengan mendengar kita mampu terbangun dari tidur kita. Salah satu karya sastra yang bisa diambil pelajarannya yakni novel Jakarta Sebelum pagi karya Ziggy Z. ini, selain tidak lepas dari unsure sejarah, sajian kenyataan yang dialami para remaja saat ini pun diungkapkan.

Penulis: Wafiqotin Nazihah (Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyyah Malang).