Mahasiswa Telah Buta dan Tuli
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Telah Buta dan Tuli

Senin, 05 November 2018

Foto: Penulis
Mahasiswa adalah generasi-generasi muda terdidik oleh mental-mental kritis dan rasional, yang memandang segala sesuatu berdasarkan kecakapan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa.

Bukan suatu bahasa yang muluk-muluk dan bombastis jika mahasiswa adalah agen of change dan sosial of control, karena telah banyak fenomena ideal yang telah dicetuskan oleh mahasiswa, baik dalam pergerakan kemanusian, unjuk rasa, maupun mengkritik serta memberi solusi terhadap kinerja pemerintah.

Dengan sikap idealisme mahasiswa yang dirumuskan dalam beberapa kerangka berpikir seperti Rasional, Analisis, Kritis, Universal dan Sistematis yang disingkat (RAKUS), adalah gambaran umum akan pola pikir mahasiswa yang selama ini telah mendara daging.

Namun, lebih hinanya perkembangan zaman telah merasuki pikiran generasi muda dan lebih urgennya mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan telah dirasuki oleh sikap hedonis dan apatic.

Kebohongan besar bila kita menutupi kerancuan yang terjadi pada generasi muda bangsa ini, budaya literasi, diskusi, dialog, penelitian dan pengamdian telah dimarjinalkan oleh pesatnya teknologi masa kini.

Perkembangan zaman ini dengan tingginya interaksi sosial media mengilhami pernjamuran Organisasi-organisasi mahasiswa dan kepemudaan, akan tetapi sayang, banyak pula organisasi terninabobokan oleh komunikasi sebatas pada media.

Sejauh ini, banyak saya temukan dan rasakan sendiri bahwa, komunikasi media khususnya kalangan muda sangat intens, tapi sayang ucapan rindu bersenggama dalam dinamika keilmuan hanya sebatas dibibir saja, ketika para pemuda berkumpul, hanya sekedar senyum sapa dan pada akhirnya masing-masing sibuk dengan gatgetnya. Hal ini menandakan bahwa interaksi sosial langsung masyarakat apa lagi mahasiswa sangatlah minim dan lebih banyak hidup pada dunia hayalan (social media), tidak heran bila kita jarang sekali menemukan kehidupan generasi muda yang disibukan dengan yang bersifat rasional, analisis, kritis, universal, dan sistematis, karena telah merajalelanya komunikasi dunia khayal.

Banyak problem yang terjadi pada kehidupan rakyat, tapi mahasiswa tidak memiliki peran, banyak kejanggalan yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat, tapi seakan mahasiswa tidak mendengarnya dan bahkan ada yang tidak mau tahu.

Mahasiswa sebagai penegah antara pemerintah dan masyarakat bisa mengambil peran yang signifikan dalam melerai kerenggangan yang ada, dengan ilmu dan pengetahuan pada organisasi serta akademisi masing-masing. Bukan menjadi generasi pragmatis, hedonis dan apatic.

Begitu banyak generasi yang akan datang ditimpah oleh kondisi seperti saat ini, bila generasi muda tidak bangun kembali dari tidur panjang ini. Setidaknya media sosial dan canggihnya teknologi tak lagi merasuki begitu dalam, jangan sampai keberadaan sosial media dan tehnologi canggih sebagai alkohol yang dapat menghilangkan kesadaran kita semua, bahkan ditakutkan dapat membunuh idealisme kita sebagai generasi muda selamanya.

Bangsa ini berharap sekali terhadap generasi muda, apa lagi mahasiswa agar tetap menjadi garda terdepan dalam mempelopori kemajuan bangsa dan negara kita indonesia.

Penulis: Defisofian Arwon A.Majid