Kriminalitas dan Solusi Cerdas Dalam Novel Gerhana Merah
Cari Berita

Advertisement

Kriminalitas dan Solusi Cerdas Dalam Novel Gerhana Merah

Jumat, 16 November 2018

Foto: Penulis
Karya sastra sebagai hasil cipta seni pengarang yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan manusia. Jenois karya sastra salah satunya yaitu cerpen. Peristiwa yang digambarkan dalam kehidupan karya sastra adalah kehidupan rekaan yang dibuat oleh sastrawan, tampa seperti sebuah realita hidup. Karya sastra juga menggambarkan ekspresi dalam kehidupan nyata.

Kriminalitas adalah tindakan yang melanggar hukum seperti perampokan pencurian yang terjadi dikota-kota besar sekarang ini. Kebanyakan dikota-kota besar maupun dikota terpencilpun masih terjadi perampokan, pencurian akibat banyaknya pengangguran dan kesulitan mencari perkerjaan, adapun solusi mengurangi terjadinya tidakan perampokan pencurian pada saat ini pemerintah wajib memberikan lowongan perkerjaan bagi masyarakat yang mengaggur supaya mengurangi tindakan perampokan.

Seperti halnya novel “Gerhana Merah” karya Muhammad Sholihin yang didalamnya menceritakan tentang kehidupan masyrakat yang mengalami kerusuhan akibat perampoakan yang terjadi, tidak sengaja dari warga yang jaga ronda setiap malamnya ia melihat sosok hitam berkelebat di antara pohon karet. Ternayat laki-laki tersebut ingin merapok didesa tersebut belum sempat merapok laki-laki tersebut langsung kabur dengan cepet.

Kemudian dari warga yang tau ada laki-laki diam-diam mencurigakan gerak-gerinya ia langsung mengejar perampong tersebut, tapi pemuda yang mengajarnya kehilangan jejak karan perampok lari begitu cepat. Pemuda tersebut tidak menyerah ia tetap mengejarnya pada akhirnya salah satu dari mereka ada yang cekala akibat terekna panah yang beracun, kemudian sakhiranya pemuda yang berusaha mengejar perampok akhirnya segera pulang kembali karan salah satu dari temannya ada yang terluka.

Kemudia dilanjutkan pencarian esok harinya dan lama-kemalaan perampok tersebut terangkap dan ia terkena hukuman berat.

Setelah hukuman dikanakan penggalan dari salah satu anggota perampong tersebut menghentikan hukuman tersebut karan ia telah membaca sair dari perampok tersebut alasan dia merampok karan dideranya kekuarang bahan pangan. Akhirnya pemuda memaafkan perampok tersebut dan memberikan perkerjaan yang layak kemudian hidupan damai tidak ada tindakan kejahatan.

Penulis: Devi Wulandari