Diancam DO, Begini Sikap Tegas Ketua BEM STIE Bima
Cari Berita

Advertisement

Diancam DO, Begini Sikap Tegas Ketua BEM STIE Bima

Selasa, 20 November 2018

Foto: Ketua BEM STIE Bima (Memegang Buku)
Indikatorbima.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima, terancam diberikan sanksi akademik, yaitu di skorsing bahkan akan di DO. Sholihin, ketuam BEM STIE Bima akan menerima keputusan tersebut, apabila dilaksanakan sesuai dengan mekanismenya, Selasa (20/11/18).

"Kalau memang sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku dan saya terbukti bersalah, Insya Allah saya terima dengan lapang dada," katanya kepada Indikator Bima.

Sholihin mengungkapkan bahwa, dirinya rela dan ikhlas dikeluarkan dari kampus jika dirinya terbukti bersalah. Namun, dirinya tetap bertekat untuk mengembalikan marwah STIE Bima sebagai kampus intelektual yang menghormati kebebasan berpendapat dan berekspresi.

"Namun sebelum saya keluar kampus, kampus STIE harus di kembalikan sebagai kampus intelektual yang memberikan kebebasan berpendapat pada mahasiswanya dan tidak terjadi premanisme lagi," tegasnya.

Ancaman sanksi akademik tersebut, dilatarbelakangi oleh tindakan Sholihin bersama teman-temannya saat melakukan aksi demontrasi di dalam kampus. Diduga massa aksi melakukan tindakan anarkis dengan memecahkan kaca jendela kampus.

"Jika benar tindakan anarkis yang di lakukan oleh mahasiswa adalah alasan di DO-nya Mahasiswa maka logikanya adalah, setiap mahasiswa yang melakukan aksi dan berujung Chaos maka akan di kenakan sanksi DO oleh kampus, maka dengan demikian pertanyaannya adalah sudah berapa banyak mahasiswa yang telah di DO di Kabupaten dan Kota Bima terkait Chaos, karena setiap aksi selama ini, hampir semuanya berakhir dengan Chaos," Jelas Sholihin.

Lebih lanjut, Sholihin menegaskan bahwa, pihak kampus sudah melakukan persekusi dan membunuh kebebasan mahasiswa dalam berpendapat dan berekspresi apabila pihak kampus tetap bersikukuh memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa.

"Ini adalah tindakan persekusi yang di lakukan oleh pihak lembaga yang sengaja memarginalkan dan membunuh kebebasan berekspresi mahasiswa, jika ini di biarkan maka mau di kemanakan generasi STIE kedepannya jika setiap melakukan aksi akan berujung di keluarkan dari kampus atau di DO," tegasnya.

Dalam waktu dekat ini, Sholihin bersama teman-temannya akan segera melakukan aksi demonstrasi agar pihak kampus mencabut sanksi skorsing dan DO apabila sudah ditetapkan.

"Kami juga akan melakukan aksi lanjutan nanti, sampai kebenaran terungkap dan mahasiswa yang di skorsing dan yang di DO akan di cabut kembali," tutupnya.

Reporter: Gie
Editor : Furkan