Tiada yang Bisa Menahan Kecuali Istighfar
Cari Berita

Advertisement

Tiada yang Bisa Menahan Kecuali Istighfar

Jumat, 05 Oktober 2018

Ilustrasi (foto: Daunjatuh)
Sebab teknologi yang kita banggakan itu belum ada kemampuan untuk menahan agar lempeng Indo-Australia dan Eurasia tidak bergerak, menahan tanah agar tidak longsor, gunung tidak erupsi, menahan lumpur tidak menghirup perkampungan atau menahan angin agar tidak bertiup menjadi beliung atau air gelombang penyebab tsunami.

Manusia hanya bisa jelaskan sebab kejadian berdasar pengamatan. Tapi sama sekali tak ada cukup kemampuan untuk menjelaskan siapa yang berkuasa menahan atau menggerakkan lempeng bumi, siapa yang berkuasa membuat air menjadi jinak atau berubah menjadi tsunami. Siapa pula yang dapat menahan tiupan puting beliung dari arah manapun yang dikehendaki.

Segala apa yang diperbuat semua akan kembali tanpa terkurangi. Sesiapa yang berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali kepada dirinya sendiri. Dan sungguh sebuah dosa tidak dapat dibebankan kepada orang lain selain dirinya sendiri.

Maka jangan meminta pertolongan kepada sesiapa, sebab selain Allah butuh pertolongan. Tidak ada pertolongan bagi orang-orang yang berbuat ke zaliman. Maka tahanlah api neraka meski dengan sedekah separo biji korma kering.

Perlindungan dan penjagaan mutlak hanya milik Allah, karena selain Allah adalah makhluk yang butuh perlindungan dan penjagaan. Semua fana tidak ada yg mutlak. Gempa, tsunami, angin, banjir dibawah kekuasaan-Nya. Bahkan pada saatnya nanti, matahari akan terbit dari barat, bintang berjatuhan, gunung seperti luluhan perak, air mengering dan bumi bakal merata seperti roti. Lantas siapa kuasa bisa lakukan itu semua ? Hanya Allah Dzat Yang Maha Kuasa yang bisa melakukan apapun yang dikehendaki.

Kisah kaum yang dibinasakan sebelum kita, punya akar penyebab dosa yang kurang lebih sama. Yang dilakukan secara kolektif dan dibenarkan tanpa tanya: Mereka melawan para nabi dan mendustakan syariat nabinya. Ini soal besarnya. Kumpulan orang-orang fasiq yang melakukan dosa secara benderang di depan publik, seakan sebuah deklarasi melawan Nubuwah dan itu yang menjadi sebab segala bencana dan binasa
kaum sebelum kita. Dan mungkin juga kita sekarang.

Maka apa ada yang bisa menahan lempeng bumi agar tidak bergeser selain istighfar. Siapa yang bisa menahan lumpur agar tidak menghirup perkampungan
selain istighfar. Siapa lagi yang bisa jinakkan air laut agar tidak marah menjadi tsunami selain istighfar. Siapa yang bisa merubah air laut dan udara bisa ramah dan bersahabat dengan manusia selain istighfar. Pengakuan dosa atas khilaf yang sudah kita buat. Kemudian memohon ampunan atas segala dosa, itulah yang bisa merubah azab menjadi rahmat. Insya Allah aamiin

Penulis: @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar