Siswi SMAN 1 Lambitu Dicabuli Ramai-Ramai di Toilet, Kepsek: Itu Tidak Benar
Cari Berita

Advertisement

Siswi SMAN 1 Lambitu Dicabuli Ramai-Ramai di Toilet, Kepsek: Itu Tidak Benar

Senin, 08 Oktober 2018

Ilustrasi (foto: Merdeka)
Indikatorbima.com - Beredarnya berita tentang seorang siswi SMAN 1 Lambitu yang diduga dicabuli secara beramai-ramai oleh 3 (tiga) orang siswa di dalam toilet sekolah pada hari Rabu (03/10/18) lalu sekitar jam 08.30 WITA, dibantah oleh Arifuddin, Kepala Sekolah SMAN 1 Lambitu. Menurutnya, berita itu sangat berlebihan dan tidak benar, Senin (08/10/18).

Sebelumnya, peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan oleh 3 (tiga) orang siswa berinisial S, A, dan T terhadap seorang siswi berinisial A asal Desa Kuta, Kecamatan Lambitu dipublis oleh salah satu media online.

"Setelah ada laporan itu, langsung kita panggil orang tua korban dan para pelaku beserta aparat desa," kata Arifuddin dikutip dari media porosntb.com.

Dalam pemberitaan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 Lambitu dikatakan telah mengakui dan membenarkan telah terjadi peristiwa pelecehan di lingungkan sekolahnya. Namun, Arifuddin membantah bahwa dirinya pernah mengakui dan membenarkan adanya peristiwa pelecehan itu pada media.

"Oh itu tidak benar, pemberitaan yang mengatakan adanya pelecehan itu sangat berlebihan," tegasnya kepada Indikator Bima melalui WhatsApp, Senin (08/10/18).

Lebih lanjut, Arifuddin menegaskan bahwa pemberitaan yang mengatakan adanya peristiwa pencabulan di lingkungan sekolahnya itu sangat merugikan dan merusak nama baik instansi sekolah yang dipimpinnya. 

"Saya bantah berita yang memang di luar kebenaran itu," katanya.

"Dan saya tidak pernah memberikan pernyataan yang membenarkan adanya peristiwa pelecehan itu, sekali lagi itu tidak benar," tegasnya.

Menurut Arifuddin, peristiwa itu bukanlah pencabulan atau pelecehan, melainkan kenakalan yang terjadi di antara siswa. Di mana siswi yang diduga sebagai korban pencabulan tersebut hanya ditahan oleh sekelompok orang siswa di dekat ruangan guru saat akan mengambil bola volley.

"Yang benar itu, anak ini memungut bola volley di sekitar ruangan guru dan di situ ada sekelompok siswa yang menahan siswi itu untuk kembali ke lapangan volley," terangnya.

Lanjutnya, Arifuddin menjelaskan bahwa pihak sekolah SMAN 1 Lambitu telah mempertemukan kedua belah pihak, baik pihak yang merasa dirinya sebagai korban maupun pihak yang dituduh sebagai pelaku. Dalam pertemuan tersebut juga dihadirkan unsur pemerintah desa setempat.

Dalam pertemuan itu, 3 (tiga) orang siswa yang dituduh sebagai pelaku pencabulan membantah adanya tindakan pencabulan sebagaimana yang dituduhkan. Namun demikian, Arifuddin mengatakan bahwa kedua belah pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai pada hari Kamis (04/10/18) kemarin.

"3 (tiga) orang siswa yang dituduh juga membantah adanya tindakan pencabulan itu, apalagi di toilet. Tapi kita sudah sepakat untuk menyelesaikannya secara damai. Masalah sudah selesai," tutupnya.

Reporter: Taufiq
Editor     : Nuni