Rilis Survei Online KIB: ini Parpol yang Paling Banyak Disukai Warga
Cari Berita

Advertisement

Rilis Survei Online KIB: ini Parpol yang Paling Banyak Disukai Warga

Jumat, 19 Oktober 2018

Partai politik peserta pemilu 2019 (foto: KPU Kabupaten Ciamis).
Indikatorbima.com – Jika sebelumnya Komunitas Indikator Bima merilis hasil survei online tentang pemilihan umum calon presiden dan calon wakil presiden 2019. Maka, selanjutnya Komunitas Indikator Bima akan merilis hasil survei tentang elektabilitas partai politik peserta pemilu 2019 kategori “Suka”. Dari 16 partai politik peserta pemilu 2019, partai GERINDRA paling banyak di sukai oleh warga NTB, Jum'at (19/10/18).

Survei online yang dimulai sejak tanggal 13-18 Oktober 2018 khusus warga provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut, meliputi responden yang berasal dari Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima. Jumlah responnden yang mengisi formulir survei online tersebut sebanyak 63 responden yang terdiri dari 18 responden perempuan dan 45 responden laki-laki.

Komunitas Indikator Bima dalam survei online tersebut, berupaya mengetahui sejauh mana elektabilitas partai politik peserta pemilu 2019 di Provinsi NTB.
Grafik hasil survei tentang partai politik peserta pemilu 2019 kategori "suka"
Berdasarkan hasil survei online yang dirilis oleh Komunitas Indikator Bima, partai politik peserta pemilu 2019 yang paling banyak disukai oleh warga NTB adalah sebagai berikut, di urut berdasarkan jumlah suka paling banyak hingga paling sedikit. GERINDRA : 79.36%, PAN : 74.60%, PKS : 68.25%, DEMOKRAT : 61.90%, GOLKAR : 52.38%, PBB : 50.79%, BERKARYA : 36.50%, NASDEM : 31.74%, PPP : 30.15%, PKB : 30.15%, HANURA : 28.57%, PERINDO : 23.80%, GARUDA : 20.63%, PKPI : 20.63%, PDIP : 17.46%, PSI : 17.46%.

Selain merilis hasil survei tentang elektabilitas partai politik peserta pemilu 2019 kategori “Suka”, Komunitas Indikator Bima juga merilis hasil survei online tentang elektabilitas partai politik peserta pemilu 2019 dengan kategori “tidak suka”.

Reporter : Tim Redaksi Indikator Bima