Pesan ini untuk Jokowi dan Prabowo
Cari Berita

Advertisement

Pesan ini untuk Jokowi dan Prabowo

Sabtu, 13 Oktober 2018

Paslon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 (foto:kompas)
Menjelang pilpres, diharapkan kepada para calon pemimpin negeri ini untuk saling memperlihatkan gagasan dan ide, serta kecerdasan dalam menanggapi persoalan bangsa, bukan mencari kelemahan lawan untuk menunjang elektabilitas.

Kami adalah rakyat bodoh yang belum mengerti tentang laju politik nasional. Harapan kami kepada capres dan cawapres adalah, kalian bisa saling beradu argumentasi atau saling memperlihatkan cara terbaik untuk menanggapi segala masalah di dalam negeri ini.

Kalian adalah calon pemimpin yang akan membawa perubahan bagi bangsa dan negeri ini, maka dari itu, perlihatkan sosok kalian yang bisa mengayomi dan mengajak kami (rakyat) untuk bersikap demokrasi dan memilih pemimpin yang baik.

Kalian adalah panutan dan cerminan kami. Sungguh tidak pantas, jika kalian yang mengajarkan kami supaya bisa menyikut kiri dan kanan, sehingga memperoleh yang diinginkan dengan cara licik. Terlebih lagi, kami menghimbau agar isu-isu kelemahan lawan di setiap media untuk dikurangi, bahkan ditiadakan saja untuk menjaga kestabilan bangsa, karena kampanye dan saling menghujat di berbagai situs sosial media setiap hari kerap terjadi.

Dari persoalan saling menghujat di dunia maya tersebut, itu adalah awal dari ketidakamanannya rakyat dalam sebuah negara. Peran opini publik di dunia nyata akan ikut serta. Tidak heran, jika pada akhirnya ada yang saling membacok atau saling mengajak untuk bertemu, guna memperlihatkan siapa yang menang dalam adu isu atau adu jotos.

Maka dari itu, seperti yang dikutip dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam salah satu media online nasional kompas.com, bahwa jika hanya menggoreng isu, kapan rakyat bisa pintar berpolitik.

Maka, diharapkan kepada para capres dan wakil capres, untuk segera menarik dan mengurangi isu untuk menjatuhkan lawan politik, sebab itu adalah cacat untuk kami rakyat yang masih awam dalam hal politik demokrasi.

Satu hal lagi yang perlu diingat dan dicantumkan oleh para calon pemimpin negeri ini, bahwa jika hanya menggoreng isu untuk menjatuhkan lawan, ibu-ibu di pasar pun bisa dan mungkin mereka yang lebih jago dalam hal gosip dan isu-isu terkait aib atau kelemahan lawan politik.

Jangan lagi kalian, kita, atau siapa pun yang merasa terdidik dan berpendidikan ikut juga dalam penggorengan isu seperti ibu-ibu di depan gerobak mas penjual sayuran.

Penulis: Gie