Pengadaan Buku Mulok Diduga Bermasalah, IMM Bima Siap Tempuh Jalur Hukum
Cari Berita

Advertisement

Pengadaan Buku Mulok Diduga Bermasalah, IMM Bima Siap Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 16 Oktober 2018

Foto: Suasana rapat internal IMM Cabang Bima
Indikatorbima.com - Ikatan Mahaiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima menilai pemerintah Kabupaten Bima telah melakukan kesalahan dalam proses pengadaan buku mulok. Hal itu disampaikan oleh Rafsanjani Sekertaris Bidang Hikmah IMM Cabang Bima, Selasa (16/10/18).

Menurut Rafsanjani, pengadaan buku mulok yang dilakukan oleh Dikpora Kabupaten Bima seolah menunjukan bahwa pemerintah Kabupaten Bima tidak mencintai budaya lokal Bima. Bagimana tidak, buku mulok lebih didominasi oleh budaya luar daerah lain.

"Berdasarkan Pengkajian kami secara obyektif kami menilai bahwa Dikpora Kabupaten Bima itu tidak mencintai Budaya lokal yang ada di Bima," tegasnya kepada Indikator Bima.

"Muatan lokal yang seharusnya memuat tentang kondisi dan budaya Bima dengan komperensif malah muatan lokal dari daerah lain yang menghiasi pengadaan buku mulok Bima ini," lanjutnya.

Lebih lanjut, Rafsanjani menjelaskan bahwa pengadaan buku mulok secara teoritis harus memuat tentang keragaman potensi daerah, karakteristik daerah, keunggulan daerah, kebutuhan daerah dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan agar siswa atau peserta didik dapat lebih mencintai dan menghormati nilai-nilai yang terkandung di suatu daerah.

"Mata pelajaran muatan lokal itu sebagaimana budaya, Karakteristik, keunggulan daerah sehingga bisa di pahami oleh siswa melalui satuan pendidikan mulok, namun yang terjadi justru muatan lokal daerah lain yang menghiasi pengadaan buku mulok Bima ini" jelasnya.

Rafsanjani menegaskan bahwa, IMM Bima akan mengawal kasus pengadaan buku tersebut melalui jalur hukum.

IMM Cabang Bima menduga ada permainan dalam proses pengadaan buku mulok tersebut. Bahkan, IMM Cabang Bima juga mendugaa bahwa Bupati Bima terlibat di dalamnya.

"Kami siap mengawal kasus ini baik secara Masif maupun melalui jalur litigasi. Dan kami akan melaporkan kasus ini sampai pada tahapan peradilan. Karena persoalan ini melibatkan seluruh elit birokrasi di Kabupaten Bima,"

"Dan kami menduga keras bahwa Bupati Bima telah terlibat langsung dalam proses tender pengadaan buku mulok bima yang menelan anggaran 1.8 M," tutupnya.

Reporter: Taufiq
Editor     : Fuad