Peduli Korban Gempa dan Tsunami Sulteng, Pelajar dan Mahasiswa Galang Dana
Cari Berita

Advertisement

Peduli Korban Gempa dan Tsunami Sulteng, Pelajar dan Mahasiswa Galang Dana

Selasa, 02 Oktober 2018

Foto: Anggota Himpunan Mahasiswa Reok Manggarai Makassar.
Indikatorbima.com - Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Reok Manggarai Makassar dan puluhan pelajar dari Organisasi Pramuka Makassar, melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, Selasa (02/10/18).

Puluhan mahasiswa dan pelajar tersebut, tidak tinggal diam melihat duka yang tengah dialami rakyat Indonesia akibat bencana gempa dan tsunami di Sulteng.

Mereka meminta bantuan kepada masyatakat di kota Makassar baik berupa pakaian, makanan, maupun kebutuhan logistik lainnya.

Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Reok Manggarai Makkassar melakukan aksi penggalangan dana di tiga titik area lampu lalu lintas; Petrani Bolivard Makassar, Flayover Makassar, dan Pertani Haertasning pada hari Senin, 1 Oktober 2018 kemarin.

Selain menggalang dana, puluhan mahasiswa asal Reok Manggarai itu pun menggalang bantuan berupa, pakaian layak pakai, makanan instan, serta selimut untuk korban bencana di Donggala, Palu, dan Mamuju SULTENG.

“Inilah yang seharusnya dilakukan mahasiswa, menunjukkan kepeduliannya kepada mereka yang sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan. Saya bangga dengan mahasiswa HIMAREMA”. Kata Indra Memo selaku ketua HIMAREMA kepada Indikator Bima, Senin (01/10/18) kemarin.

Kegiatan penggalangan dana mahasiswa Reok Manggarai, rencananya akan dilaksanakan selama 1 minggu ke depan.

Foto: Bantuan barang yang akan disalurkan oleh relawan organisasi pramuka di Makassar.
Di hari yang sama, puluhan Organisasi Pramuka Makassar juga melakukan aksi penggalangan dana. Sedikitnya bantuan berupa barang sudah terkumpul 3 mobil untuk disalurkan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Sejauh ini barang bantuan yang dikumpulkan sudah 3 mobil yang akan disalurkan untuk korban gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah (SULTENG)", tutur Daus salah satu anggota Pramuka kepada Indikator Bima, Senin (01/10/18).

Lebih lanjut Daus mengungkapkan bahwa, bantuan tersebut akan dikirim langsung menggunakan pesawat Hercules yang disiapkan oleh pemerintah khusus untuk membawa bantuan dari para relawan.

"Bantuan ini langsung dikirim ke daerah bencana melalui pesawat Hercules yang disiapkan khusus untuk mengangkut bantuan dan relawan bencana. Terdengar kabar bahwa tidak semua pesawat bisa mendarat di bandara Palu karena kondisinya tidak memungkinkan akibat bencana gempa kemaren", terangnya.

Sejauh ini, korban meninggal akibat bencana gempa dan tsunami sudah mencapai angka ribuan orang.

"Korban meninggal 1.203 orang yang tersebar di beberapa titik. Jumlah korban terbesar terdapat di Kelurahan Petobo yang rata oleh terjangan tsunami," kata Vice President ACT Insan Nurrohman sebagaimana dilansir dari kupang.tribunnews.com.

Reporter : Defisofian
Editor      : Jaitun