Masa Depan Keluarga Muslim Dalam Kehancuran
Cari Berita

Advertisement

Masa Depan Keluarga Muslim Dalam Kehancuran

Selasa, 16 Oktober 2018

Foto: istimewa
Generasi muda adalah aset suatu bangsa, ketika generasi mudanya baik maka baiklah bangsa tersebut. Keluarga disini memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian maupun perilaku anak anak.

Keluarga adalah komponen terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah sebagai kepala keluarga serta ibu dan anak anak sebagai anggotanya. Peran orangtua ayah maupun ibu sama sama penting dalam pembentukan perilaku anak.

Ayah yang memiliki peran sebagai pencari nafkah, sekaligus mengayomi serta memelihara anggota keluarganya, bahkan peran ibu pun tidak kalah penting ,karena keberadaan seorang ibu sebagai ummun wa robatul bayt(pengatur rumah tangga dan pendidik generasi).

Ironisnya saat ini keluarga muslim sedang terancam oleh bahaya ideologi yang bercokol di dalam negeri-negeri kaum muslim, budaya asing yang memisahkan agama dari kehidupan menggrogoti keluarga muslim.akibat dari gaya hidup individualis hedonis menghalalkan hukum diatas kepentingan pribadi, menjadikan peran orang tua rendah, tidak hanya itu sistem ekonomi kapitalistik menjadikan bergesernya peran perempuan yang seharusnya menjadi pendidik berubah menjadi pencari nafkah.

Perceraian semakin meningkat membuat banyak anak yang tidak terurus bahkan kurang mendapatkan kasih sayang ,sehingga banyak anak yg mencari kenyamanan diluar dan timbullah problem baru seperti seks bebas, narkoba dan lain-lain.

Inilah sederet permasalahan yang menimpa keluarga muslim saat ini, semua ini bisa terjadi karena dicampakannya hukum Allah dalam kehidupan.kurangnya ilmu agama menjadikan bangunan keluarga rapuh. Standar kehidupan tidak memperhatikan halal haram ,dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

Maka islamlah solusi dari semua problematika tersebut,islam mampu membawa kemuliaan didalam keluarga yang akan mewujudkan tatanan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah dalam menjalankan kehidupan baik didunia maupun diakhirat.

Allah SWT berfirman : "Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Qs thaha 20:124)

Penulis: Baiq Famila Hendrawati
(Jurusan pendidikan bahasa arab
Universitas muhammadiyah mataram).