Mahasiswa Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemerkosaan Terancam DO
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemerkosaan Terancam DO

Senin, 22 Oktober 2018

Foto: Wakil Kemahasiswaan (Paling Kanan) saat berdiskusi dengan pewarta warga Indikator Bima.
Indikatorbima.com - Peristiwa dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi berinisial FT (19) tahun disebuah rumah kontrakan sempat viral dan menggegerkan masyarakat Bima. Akibat kejadian tersebut, tersangka berinisial AR (21) tahun warga asal Desa Hidirasa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima terancam putus kuliah alias di Droup Out (DO) oleh kampus, Senin (22/10/18).

Peristiwa dugaan tindak pidana pemerkosaan tersebut, terjadi pada hari Jum'at (20/10/18) sekitar pukul 11.00 WITA lalu di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Tersangka dan korban dalam kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan tersebut, adalah sama-sama mahasiswa aktif disebuah kampus di Kota Bima alias satu almamater.

Saat dikonfirmasi oleh Indikator Bima, pihak kampus membenarkan bahwa keduanya adalah mahasiswa aktif di kampus tersebut.

Menanggapi adanya dugaan tindak pidana pemerkosaan yang dialami oleh kedua mahasiswa aktifnya tersebut, pihak kampus sudah mengadakan rapat internal. Hasilnya, AR terancam di DO apabila terbukti bersalah.

"Bahwa kampus sudah melalukan rapat, dan sudah mengeluarkan hasil keputusan rapat bahwa AR diancam DO dengan alasan karena merusak marwah kampus sembaring menunggu SK DO yang dikeluarkan oleh pihak rektor 1/ketua yayasan" Kata Hendra Gunawan, M.Si selaku Wakil Kemahasiswaan kepada Indikator Bima, Senin (22/10/18).

Pihak kampus sendiri mengaku sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pihak kepolisian, pihaknya tidak mau tergesah-gesah dalam mengambil keputusan sebelum adanya keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Tahapan yang dilakukan oleh kampus saat ini adalah menunggu hasil keputusan pihak kepolisian dan pengadilan apakah dugaan pemerkosaan tersebut benar atau tidak," Terang Hendra.

Sebaliknya jika AR tidak terbukti bersalah, pihak kampus pun akan tetap memberikan sanksi akademis berupa skorsing karena dianggap mencemarkan nama baik kampus.

"Kalau benar maka si pelaku akan di DO dan kalau tidak benar pihak kampus akan memberikan skorsing selama 2 smester," kata Hendra.

Lebih lanjut, Hendra Gunawan berharap agar kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan itu menjadi pelajaran untuk semua mahasiswa di Bima, khususnya bagi mahasiswa di kampusnya agar upaya menjaga diri lebih ditingkatkan. Jangan sampai terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami berharap, bahwa mahasiswa dan mahasiswi mampu jaga diri masing-masing, baik di dalam kampus maupun diluar kampus," harapnya.

Seperti yang diketahui, AR sudah diamankan oleh pihak kepolisian pada hari yang sama di sekitar halaman Bolly Mart. AR terpaksa di tembak oleh pihak kepolisian karena berusaha melawan dan melarikan diri.

"AR ditembak karena melawan petugas dan mau melarikan diri. Padahal sudah diberikan tembakan peringatan, dia tetap berusaha kabur akhirnya ditembak," kata Sat Reskrim Polres Bima Kota IPDA Dediansyah dilansir dari media Kahaba.net.

Reporter: Muhammad Kadafi
Editor     : Furkan