Keberadaan TPA Sampah Resahkan Warga Desa Waduwani
Cari Berita

Advertisement

Keberadaan TPA Sampah Resahkan Warga Desa Waduwani

Sabtu, 20 Oktober 2018

Foto: Sampah yang berserakan
Indikatorbima.com - Warga resah dengan keberadaan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Sampah di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Bagiamana tidak, TPA sampah yang digagas sejak tahun 2013 tersebut seharusnya menjadi tempat pengelolaan sampah justru menjadi tempat pembuangan sampah yang berserakkan, Jum'at (19/10/18).

Warga menilai, TPA sampah yang digagas oleh pemerintah provinsi NTB Dinas LH tersebut sama sekali tidak difungsikan dengan baik, sehingga lambat laun TPA tersebut menjadi tempat sampah-sampah berserakkan.

"Karena kehadiran TPA tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. TPA yang seharusnya berfungsi sebagai pengelolaan akhir sampah kini berubah menjadi pembuangan akhir sampah lalu dibakar, sungguh ironisnya negeri ini", kata Gufran selaku ketua FORMAPP kepada Indikator Bima.

Melihat kondisi itu, puluhan aktivis Desa Waduwani yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pemuda dan Pelajar (FORMAPP) Waduwani, sempat melakukan aksi unjuk rasa bersama masyarakat Desa Waduwani terkait kejelasan dari TPA tersebut.

Aksi unjuk rasa puluhan aktivis bersama masyarakat itu pun ditanggapi oleh pemerintah. Pemerintah berjanji akan segera melakukan upaya perbaikan, diantaranya: Membangun tembok keliling di wilayah TPA, merehablitasi TPA, prioritaskan tenaga kerja TPA dari masyrakat setempat, membangun taman pohon di sekitar wilayah TPA, membangun kantor UPT atau tempat pengelolaan sampah di lokasi TPA. Namun sampai dengan hari ini, semua janji itu satupun belum ditepati.

"Janji pemerintah untuk mengadakan alat-alat untuk mengelola akhir sampah sampai sekarang belum ada yang ditepati", tutup Gufran.

Sementara itu, Kepala Desa Waduwani Ramlin Junaid, sangat menyayangkan keberadaan TPA Sampah tersebut karena dapat menjadi sumber penyakit bagi masyarakat setempat.

“Sampah ini kan memang sumber penyakit, kita yang kena imbasnya”, terangnya kepada Indikator Bima melalui telpon.

Selain itu, Ramlin mengungkapkan bahwa air bersih untuk persawahan dan air minum masyarakat juga bisa tercemar akibat sampah yang berserakkan dan dibakar di TPA tersebut.

"Sumber air untuk lahan pertanian kita itu kan dari sana, kalau tidak ada tindak lanjut air bersih masyarakat bisa tercemar", cemasnya.

"Sekarang masih belum, tapi imbasnya kepada anak dan cucu kita nantinya", lanjutnya.

Lebih lanjut, Ramlin meminta kepada pemerintah provinsi, khususnya Dinas LH segera memerhatikan TPA Sampah tersebut untuk ditindaklanjuti agar tidak meresahkan masyarakat setempat.

"Mohonlah, kepada pemerintah di atas agar diperhatikan. Kita menunggu apa tindakannya”, tutupnya.

Reporter: Defisofian
Editor     : Jaitun