Kapitalisme Melahirkan Generasi Rusak
Cari Berita

Advertisement

Kapitalisme Melahirkan Generasi Rusak

Jumat, 19 Oktober 2018

Ilustrasi (foto: Kompasiana)
Tentu kita tidak asing lagi dengan istilah kapitalis. Kapitalisme merupakan idiologi, atau sistem yang dianut oleh beberapa negara termasuk “INDONESIA” dengan sistem kapitalisme inilah, yang mengikat sebuah negara tersebut.

Mengacu pada sistem kita saat ini, banyak sekali kasus yang ditemukan, baik di kalangan anak-anak remaja bahkan mahasiswa sekalipun.

Belum lama ini, Direktur perkumpulan keluarga berencana Indonesia (PKBI) lampung, Dwi Hafsah Handayani mengungkapkan temuan mengejutkan, kasus ini menjadi berita buming diperbincangkan di media social pada saat ini, Hafsah menemukan satu SMP di lampung, yang 12 sisiwinya di ketahui hamil.

Siswi tersebut terdiri dari kelas VII, VIII, IX SMP ini terbukti karena survei yang dilakukan ke apotik kos-kosan bahkan kampus sekalipun, dari survey tersebut diketahui 1000 kondom terjual dalam satu bulan, banyak dikalangan remaja putri yang membeli tes pack, dan kalangan remaja putra yang membeli kondom dimini market, karena mudah ditemukan dan dipajang didekat meja kasir
Belum selesai kasus tentang 12 siswi di lampung hamil.

Baru-baru ini terungkap adanya grub Gay pelajar SMP di garut, Kini anggota Dari gay di akun FB tersebut sudah mencapai 2600 orang lebih, akun ini diketahui karena screenshot laman grup FB tersebut, yang ter sebar diberbagai aplikasi pesan WhatsApp beberapa hari ini.

Soni MS, ketua garut education watch menyatakan keprihatin nya terhadap para anggota grup ini,bagaimana tidak karena dari faktor umur juga masih memerlukan bimbingan orang tua, padahal melihat dari usia mereka, yang relative 15 tahun keatas rentang dengan pergaulan (bebas), seharusnya menjadi tugas besar bagi orang tua ,pihak sekolah bahkan negara sekali pun, untuk menanaman pendidikan agama pada mereka.

Akan tetapi, karena kita menganut sistem kapitalis, yang dimana memisahkan antara agama dari kehidupan, maka mereka tidak mendapatkan ajaran agama yang sepenuhnya dari orang tua atau pihak sekolah, orang tua disibuk atau dituntut untuk bekerja, mencari materi sebagai bekal untuk melanjutan kehidupan.

Sedangkan sekolah, hanya focus memberikan pelajaran umum terhadap siswa, karena kurikulum pembelajaran nya yang menitik kan dalam ranah pelajaran umum. Dan mereka para pelajar jarang, dan bahkan tidak pernah mendapatan pendidikan agama di sekolahnya, dan pergaulannya tidak dibatasi oleh aturan. jadi wajar jika terjadi kasus yang demikian
pertanyaannya kemudian, akan dibawa kemana generasi bangsa kita?
Yang sejatinya para pemuda lah, yang akan menjadi tombak estafet peradaban bangsa. Kemudian siapa yang harus disalahkan dalam hal ini?

Mamang, tak sepenuhnya kita menyalahkan peran orang tua dalam mendidik anak-anak mereka, dan dari pihak sekolah sekaipun akan tetapi yang berperan penting dalam hal ini adalah sebuah negara
Menjadi tugas kita bersama para orang tua, sekolah, ulama’ dan negara untuk membina merangkul serta menanamkan ajaran agama islam yang kaffah pada diri mereka, yang demikian bertujuan untuk membentengi mereka akan problem pada saat ini, namun semua ini tidak akan terlaksanakan apabila the power atau kekuatan dari pihak negara sendiri, tidak melaksanakan ajaran islam sepenuhnya dalam kancah tatanan negara. Karena dengan kekuatan negaralah yang mempunyai kekuasaan untuk menerapkan hukum bagi rakratnya, dan tentu hukum itu adalah hukum islam kembali ke Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Namun permasalahannya adalah, karena sistem yang diterapkan di indonesia itu salah, dan seharusnya solusi dari semua permasalahan ini adalah ISLAM, karena sistem yang selain dari islam, tidak akan pernah menjadi solusi yang fundamel. dan ketika para ummat tidak dibentengi dengan pemahaman islam, maka wajar generasi yang dihasilkan oleh sistem kapitalis, sekuler ini rusak bahkan sudah menggrogoti ummat. Lalu masih percaya kah dengan sistem Kapitalisme?

Allah berfirman yang artinya, "Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang meyakini agamanya?" (Q.S al ma’idah ayat 50).

"Yang berhak menetapkan hukum atau keputusan itu ialah Allah" (Q.S yusuf ayat 40).

Back to system islam, maka sejatinya manusia itu terbatas, dan tidak akan pernah bisa membuat hukum karena sifat ke terbatasan nya. oleh karena itu, selayaknya kita sebagai manusia yang lemah, itu tunduk akan perintah dan larangannya.

Ketika Diterapkan nya sistem islam, yang akan menjadi solusi fundamental pada setiap permasalah yang ada pada masyarakat bahkan ummat.
Wallahua’alam

Penulis: Rahmatul Aini (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram).