Hutan Rusak Parah, LSM Nggahi Rawi Pahu Akan Laporkan KPH Ampang Riwo Soromandi
Cari Berita

Advertisement

Hutan Rusak Parah, LSM Nggahi Rawi Pahu Akan Laporkan KPH Ampang Riwo Soromandi

Selasa, 30 Oktober 2018

Foto: Kerusakan hutan di di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu
Indikatorbima.com - Kondisi kawasan hutan di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu sangat memprihatinkan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nggahi Rawi Pahu akan melaporkan KPH Ampang Riwo Soromandi kepada Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Selasa (30/10/18).

"Kami akan segera melaporkan KPH Ampang Riwo Soromandi, agar dilakukan pembinaan ideologi dalam memberantas kerusakan hutan," kata Taufikurrahman direktur LSM Ngahi Rawi Pahu kepada Indikator Bima.

Menurut Taufikurrahman, hal itu perlu dilakukan, karena KPH Ampang Riwo Soromandi, dianggap lalai dalam menjaga hutan dan melaksanakan tugas memberantas pengerusakan hutan, bahkan diduga telah melakukan pembiaran terhadap pembabatan hutan.

"Ada indikasi pembiaran yang dilakukan oleh KPH Ampang Riwo Soromandi dalam menangani pengaduan masyarakat tentang kerusakan kawasan hutan akibat pembabatan liar," tegasnya.

Kata Taufikurrahman, Dua minggu sebelumnya, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 2018, sekitar pukul 10:58 WITA, di Kantor KPH Ampang Riwo Soromandi LSM Nggahi Rawi Pahu bersama beberapa tokoh masyarakat sudah menyampaikan pengaduan tentang kerusakan kawasan hutan. Pada saat itu, pengaduan diterima langsung oleh H. Abidin selaku pejabat KPH dan sekretarisnya.

"Kami dan tokoh masyarakat sudah melaporkan kejadian tersebut kepada KPH ARS sebagai petugas yang melindungi hutan," terangnya.

"Mereka merespon segera akan turun ke lokasi, tapi nyatanya sampai hari ini tidak ada tindakan apa pun," lanjutnya.

Menurut Taufikurrahman, pembabatan liar oleh oknum masyarakat terhadap hutan tersebut sangat berdampak negatif, salah satunya menyebabkan banjir, bahkan lonngsor. Kondisinya sangat mengkhawatirkan.

"Ini keadaan gawat darurat, karena dampaknya ialah rumah-rumah warga akan diterpa banjir setiap tahunnya dan mengancam pemukiman warga," ungkapnya.

"Buktinya sekarang saja jalan raya menuju Kilo di dusun setempat sudah putus akibat amukkan banjir, selain itu tanggul irigasi sawah warga tinggal tunggu hari H saja untuk ambruk," tambahnya.

Selain itu, Taufikurrahman juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Dompu dalam hal ini Bupati, tidak tinggal diam. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Dompu harus memberikan perhatian khusus.

"Kami juga harapkan kepada Bupati Dompu agar mengatensi masalah kerusakan kawasan hutan di Dompu, khususnya di Kecamatan Kilo saat ini," harapnya.

Sampai dengan berita ini ditulis, Indikator Bima masih berupaya menghubungi pihak KPH Ampang Riwo Soromandi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Reporter: Furkan
Editor     : Nuni