Heran! yang Demo Ribuan, Tapi yang Shalat Berjamaah Hanya Segelintir
Cari Berita

Advertisement

Heran! yang Demo Ribuan, Tapi yang Shalat Berjamaah Hanya Segelintir

Senin, 01 Oktober 2018

Foto: Terlihat Dandim Bima 16/08 bersama segelintir massa aksi melakukan shalat dzuhur berjamaah. Sementara massa aksi yang lainnya berteduh dan menonton.
Indikatorbima.com - Aksi demonstrasi yang digelar oleh ribuan massa aksi dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Mbojo-Bima (STISIP-MB), di depan kantor DPRD Kota Bima sempat terhenti untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah. Sahalat berjamaah tersebut, dipimpin langsung oleh Dandim Bima 16/08 Letkol. Inf. Bambang Kurnia Eka Putra. Namun, shalat dzuhur tersebut hanya diikuti oleh segelintir massa aksi, padahal yang berdemontrasi ribuan orang.

Aksi tersebut, digelar sebagai bentuk kekecewaan lembaga STISIP-MB terhadap Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Sudirman Djunaddin, SH., terkait kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial Facebook.

Ribuan massa aksi dari STISIP-MB tersebut terdiri dari mahasiswa, alumni, dan dosen.

Semangat membara ribuan massa aksi saat menuntut keadilan dan kepastian hukum dengan meminta Sudirman Djunaiddin, SH., dipecat baik sebagai anggota DPRD Kota Bima, maupun sebagai kader partai Gerindra. Hal tersebut terlihat sejak awal dimulainya aksi hingga menjelang istrahat untuk melakukan shalat dzuhur.

Namun, pemandangan tidak unik dan nampak aneh terjadi di tengah-tengah massa aksi. Bagaimana tidak, dari sekian ribu massa aksi yang ada di depan kantor DPRD Kota Bima, hanya segelintir orang yang menjadi makmum shalat dzuhur berjamaah ditengah teriknya sinar matahari. Sementara yang lainnya berdiri sambil berteduh di sekitar tempat shalat dzuhur berjamaah layaknya penonton.

"Yang shalat hanya 16 orang, ribuan massa aksi tadi jadi penonton", kata Irda, salah satu masyarakat Bima kepada Indikator Bima saat melihat foto shalat dzuhur berjamaah itu.

Menurut keterangan salah satu massa aksi yang tidak mau disebutkan namanya, saat dikonfirmasi oleh Indikator Bima melalui telpon mengatakan bahwa, kondisi shalat dzuhur berjamaah itu cuacanya sangat panas. Sehingga, hanya segelintir orang yang melaksanakan shalat dzuhur berjamaah.

"Cuacanya sangat panas tadi, makanya yang shalat hanya sebagian orang”, katanya kepada Indikator Bima.

Sementara itu, kepada media ini tidak sedikit mahasiswa asal Bima yang menyayangkan peristiwa shalat berjamaah itu. Harusnya massa aksi juga bersemangat dan berbondong-bondong melaksanakan shalat dzuhur berjamaah sekalipun cuacanya sangat panas.

"Loh, kalau cuacanya panas, kenapa yang segelintir itu bisa shalat? Apalagi yang pimpin adalah setingkat dandim", kata Furkan.

"Aksi demo dorong-dorongan dengan aparat, panas-panasan sambil teriak saja bisa. Masa shalat dzuhur dengan tenang, baca ayat-ayat Al-quran pelan nggak bisa," kata Fuad.

Seperti yang diketahui, usai shalat dzuhur berjamaah, ribuan massa aksi kembali berkumpul di depan kantor DPRD Kota Bima untuk menyampaikan tuntutannya di hadapan ketua DPRD Kota Bima dan ketua BK DPRD Kota Bima. Setelah menyampaikan tuntutannya, massa aksi kemudian membubarkan diri.

Reporter: Jebra
Editor     : Jaitun