Hamdan Zoelva Jadi Saksi Ahli Dalam Sidang PK Kasus Suap Irman Gusman
Cari Berita

Advertisement

Hamdan Zoelva Jadi Saksi Ahli Dalam Sidang PK Kasus Suap Irman Gusman

Rabu, 31 Oktober 2018

Hamdan Zoelva saat memberikan keterangan ahli di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta (foto: Liputan6.com).
Indikatorbima.com - Mantan Ketua Mahkama Konstitusi RI periode 2013-2015, Hamdan Zoelva hadir sebagai saksi ahli dalam sidang permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diaujukan oleh mantan ketua BPD Irman Gusman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (31/10/18).

"Hari ini ada tiga ahli, ada Prof Andi Hamzah, Prof Hamdan Zoelva, kemudian Prof Chairul Huda, ini ahli yang dihadirkan," kata Irman Gusmab di Pengadilan Tipikor Jakarta, dikutip dari kumparan.com.

Dilansir dari kompas.com dalam persidangan itu, Hamdan Zoelva diminta memberikan keterangan sebagai ahli hukum.

"Ada putusan MK berkenaan dengan konvensi internasional terkait dagang pengaruh, bagaimana pendapat ahli?" ujar Maqdir Ismail, pencara Irman Gusman bertanya kepada Hamdan Zoelva mengenai tuduhan jual beli pengaruh yang didakwakan terhadap Irman.

Menurut Hamdan Zoelva, hukum internasional tidak bisa diterapkan sebelum negara mengadopsinya dalam hukum pidana. Sehingga, hukum Internasional harus diadopsi terlebih dahulu kedalam hukum nasional (pidana) baru bisa diterapkan.

"Kalau negara belum mengadopsi dalam hukum pidana, itu belum bisa langsung diterapkan," kata Hamdan, dilansir dari kompas.com.

Seperti yang diketahui, Irman Gusman telah divonis bersalah dengan pidana penjara empat tahun dan enam bulan, serta denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Hak politiknya pun dicabut selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok. Irman Gisman terbukti menerima suap sebesar Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto, dan istrinya, Memi.

Reporter: Furkan