Dampak LGBT di Era Pendidikan Sekuler
Cari Berita

Advertisement

Dampak LGBT di Era Pendidikan Sekuler

Selasa, 30 Oktober 2018

Ilustrasi (foto: thetanjungpuratimes)
LGBT bukanlah istilah asing bagi kita,terlebih lagi maraknya pemberitaan di media televisi maupun media cetak. Maraknya isu dan pemberitaan yang beredar membuat orang tua khawatir terhadap anak-anak mereka, tentunya akan ada penjagaan ekstra dari para orangtua agar lebih memperhatikan teman pergaulannya.

Jika kita melihat bagaimana kondisi pendidikan khususnya di Indonesia tentu sangat memprihatinkan,tidak dapat dipungkiri banyak remaja siswa maupun siswi terlibat kasus seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang,mencuri,tawuran antar pelajar,melakukan hubungan seks di luar nikah, termasuk LGBT dan masih banyak kasus lainya.

LGBT bukanlah hal sepele, terlebih lagi adanya pernyataan dari MENAG atas penghargaan Tasrif Award yang diterima oleh Forum LGBTIQ (Republika.co.id,Jakarta,24 okteber 2018)

"Karenanya, bagi kita semua adalah memaknai penghargaan ini sebagai sebuah bentuk bahwa ada komunitas saudara-saudara sebangsa, sesama kita yang memiliki situasi dan kondisi yang tidak sama dengan kita, yang memerlukan perhatian dan pengayoman kita semua tanpa harus mempersoalkan perbedaan-perbedaan," (liputan6.com,Jakarta,17/10/2018).

Padahal jelas, LGBT adalah perbuatan yg dilaknat oleh Allah karna melenceng dari fitrah kita sebagai manusia,Allah swt berfirman, "Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita"(Q.s An-najm : 45)

Yah,semua ini tak terlepas dari sistem negara kita saat ini yaitu kapitalisme yang melahirkan pendidikan sekuler yang dimana sejak dini anak-anak generasi bangsa di tanamkan nilai-nilai sekuler, sebut saja di sekolah-sekolah umumnya mata pelajaran Pendidikan agama islam hanya 2 jam,tak luput Perguruan Tinggipun belajar agama hanya 2 SKS, bahkan hanya di jadikan mata kuliah pilihan, inilah potret pendidikan negara kita,akibatnya terjadi degradasi moral yang tak terbendung.

Hadirnya Sistem pendidikan sekuler sekarang, tak menutup kemungkinan akan membuka ruang bagi LGBT untuk melebarkan sayapnya, tak heran,jika mereka berani menampakkan diri di ruang publik.

Sistem kapitalisme ini masih terus menggerogoti dan mendorong generasi bangsa pada jurang kehancuran. Dan kita tidak akan pernah bisa lepas dari jeratan pendidikan sekularisme ini jika kita tidak mengubah sistem/ideologi yang dianut oleh negara kita. Oleh karena itu hanya sistem islamlah yang mampu menyelesaikannya, yaitu Sistem yang akan menerapkan islam secara kaffah (menyeluruh)di dalam kehidupan, sistem yang akan mampu mendobrak generasi bangsa menuju keta'atan dan kemuliaan. Karenanya kita harus hijrah dari sistem jahiliyyah menuju sistem islam (khilafah islamiyah).

Penulis : Nurul inayah (Mahasiswa Jurusan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Mataram).