Berpolitik Boleh, Namun Utamakan Sikap Disiplin dan Bijaksana
Cari Berita

Advertisement

Berpolitik Boleh, Namun Utamakan Sikap Disiplin dan Bijaksana

Minggu, 07 Oktober 2018

Foto: Penulis
Politik pada umumnya merupakan sarana, baik untuk mengajak masyarakat pada ranah kebaikan maupun kemakmuran. Politik bergerak untuk membentuk wadah yang dinamis, idealis, teoritis, dan realistis.

Politik merupakan suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik didalamnya. Manusia akan hidup bahagia karena memiliki peluang untuk mengembangkan bakat hidup dengan rasa kemasyarakatan yang akrab serta hidup dalam suasana yang bermoral. Itulah pandangan politik dari tokoh ternama Plato dan Aristoteles.

Selain itu, tokoh ternama Joyce M. Mitchel juga berpandangan bahwa politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau perbuatan kebijakan umum untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Hari ini, di sekeliling kita banyak terjadi politik yang selalu melempar masalah untuk saling menjatuhkan. Padahal itu akan menjadi beban untuk kita pribadi. Sebenarnya politik tidak mengajarkan hal yang demikian.

Namun, berbeda dengan yang melihat masalah terlebih dahulu kemudian masuk dengan perspektif politiknya, saya pikir mereka akan memberikan solusi untuk mengembalikan hal tersebut. Begitulah sebenarnya politik, mengajak dalam kebaikan.

Hari ini, kita dapat melihat bahwa politik menjadi beban pertarungan. Ya, saya juga berpikir tidak masalah apabila pertarungan tersebut adalah pertarungan wawasan, gagasan, idealisme, dan intelektualitas. Akan tetapi, ketika politik tersebut dijadikan alat untuk saling mengancam, mengadu domba, menghujat yang bisa mengakibatkan bentrok fisik. Inilah yang dinamakan kemunduran berpikir (setbacks think) dan ini tidak dapat dibenarkan.

Kemudian, apabila hal tersebut didengar dan dipandang orang awam, maka bahasa politik akan menjadi sarana yang menakutkan bagi kaum tersebut. Hal ini akan menjadi problem yang berkelanjutan dalam hidup, tindakkan apatisme tanpa melihat problem yang sebenarnya.

Kita juga dihadapkan dengan politik global dimana politik selalu menjadi wadah untuk saling menyuplai mana yang baik dan benar. Kemudian saling mengagungkan yang satu dan menjatuhkan yang lain.

Saya pikir kita dapat berpolitik, dapat berbeda pilihan, argumen, idealisme. Walaupun terdapat perbedaan, mari kita disiplin dan bijaksana dalam menjalankan dinamika tersebut. Semua dilakukan tanpa harus menjatuhkan yang lain dan bermusuhan, sehingga kita mampu mengawal perkembangan dinamika politik dengan indah.

Berbeda pilihan tidak menjadi masalah, namun jangan sekali-kali hal tersebut membuat kita jauh dari kawan, sahabat, keluarga, dan orang terdekat kita. Semua itu akan membuat kita merugi, pilihan kita adalah hasil ekspetasi pribadi, maka wajar pilihan kita tergantung hati dan mata yang menilai.

Apabila pilihan dikaitkan dengan kepentingan dan uang, maka saya yakin pilihan kita bukanlah pilihan murni untuk mencari pemimpin yang bijaksana (The Leader of The Wise), melainkan mencari pemimpin untuk keuntungan kita sesaat (Advantage for A Moment) Innalillahi...

Kebijaksanaan dalam berpolitik dapat dilihat ketika seseorang menyampaikan pendapat, gagasan, idealisme pada lawan tanpa harus menjatuhkannya. Artinya, Dia berargumentasi sesuai dengan ekspektasi yang harus diubah dan dibenahi untuk jangka kepemimpinan yang akan mendatang.

Penulis: Muhammad Akhir
Editor : Jaitun