Untuk Kalian yang Sedang Berebut Jabatan
Cari Berita

Advertisement

Untuk Kalian yang Sedang Berebut Jabatan

Sabtu, 29 September 2018

Kubah sebuah Masjid di wilayah kota Palu hancur akibat bencana gempa bumi dan tsunami (foto: Okezone)
Beberapa bulan lalu Provinsi Nusa Tenggara Barat diguncang oleh bencana gempa berkekuatan besar. Sekian nyawa jadi korban bahkan ratusan orang cidera luka.

Tempat ibadah, tempat mencari ilmu bahkam beberapa fasilitas umum rusak. Bukan hanya luka yang dirasakan namun juga meninggalkan duka mendalam.

Belum reda tangisan dan kegelisahan, kini Palu pun dirundung pilu. Indonesia kembali berduka, masyarakat kembali menderita. Sementara elit penguasa rebutan tahta, sebagian masyarakat berjuang mempertaruhkan nyawa.

Banyak orang menari di atas panggung politik, sebagian rakyat susah mencari makan sembari meratapi penderitaan.

Jika aksi demonstrasi dan tulisan narasi sudah tak lagi bernilai bahkan tak jarang ditunggangi oleh kepentingan. Maka alam kini memberikan kritikan, memberi pelajaran seakan ini adalah teguran bahwa Indonesia diambang pintu kehancuran.

Ketika sekelompok orang hanya sibuk di singgahsana kekuasaan mengisi kantong dan perut tak berfikir rakyatnya, sebagian kelompok lagi menjadi rival mengkritik dan mencaci maki seakan negeri ini hanya dihiasi oleh kemunafikan.

Mengatasnamakan rakyat yang kelaparan dengan jargon gotong royong mareka hanya menjual ilusi tak berarti. Yang satunya lagi berimajinasi mengubah negeri untuk lebih baik lagi.

Lebel ulama dijual hanya untuk kepuasan nafsu politik. Pengusaha dan kekayaan dijadikan jaminan yang menjanjikan padahal pembodohan.

Wahai para penguasa, dan kalian semua yang di sana. Baik yang pro maupun yang kontra. Kami sudah muak dengan kalian semua, negara kau gadaikan rakyat kau telantarkan.

Kami butuh uluran tangan kalian untuk merangkul bukan membuat cacian dan kebencian sehingga sosial masyarakat terpecah berserakan,

Kami butuh kalian sebagai pemimpin bukan penguasa yang hanya menjaga marwah dan elektabilitas belaka.

Rakyat menderita,
masyarakat sengsara,
kalian malah asyik dengan panggung sandiwara.

Alam sudah murka
Tuhan pun telah menegur kita, kalian masih nyaman tak gelisah melihat nasib bangsa.

Untuk kalian para penjilat, yang lalai akan amanah.
Untuk kalian kaum munafik yang hanya janji manis.

Nasib kami, nasib bangsa ini, nasib rakyat Indonesia berada di pundak kalian saat ini. Uruslah bangsa kami jangan hanya sibuk dengan urusan sendiri.

Penulis: Ainul Burhan (Ketua Bidang PA HMI Cabang Bondowoso-Situbondo).