Tanah Hibah Dijadikan Milik Pribadi, Masyarakat dan Pemuda Serbu Kantor Desa Rasabou
Cari Berita

Advertisement

Tanah Hibah Dijadikan Milik Pribadi, Masyarakat dan Pemuda Serbu Kantor Desa Rasabou

Selasa, 25 September 2018

Foto : Suasana aksi demonstrasi di depan kantor desa Rasabou, kecamatan Bolo, kabupaten Bima.
Indikatorbima.com - Puluhan masyarakat dan pemuda desa Rasabou, kecamatan Bolo, kabupaten Bima menggelar aksi demonstrasi di depan kantor desa Rasabou, Aksi tersebut mengecam oknum yang memanipulasi sertikat tanah hibah untuk umum menjadi milik pribadi, Selasa (25/09/18).

Masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam aliansi kompak tersebut, meminta kepada pemerintah desa Rasabou untuk segera menyelesaikan permasalahan sertifikat tanah hibah yang dimanipulasi sebagai tanah milik pribadi oknum tertentu, bahkan sebuah sertifikat tanah tersebut diduga terdapat nama kepala desa Rasabou.

"Demo ini dilakukan terkait LC tata Kota Lengkong konsolidasi tata Kota tahun 2009/2010, yang pemanfaatannya itu untuk fasilitas umum pemotongan itu tapi mereka sertifikat pribadikan," tutur Aji Selaku Korlap aksi kepada Indikator Bima.

Lebih lanjut Aji mengungkapkan bahwa, setidaknya ada sembilan oknum yang membuat sertifikat tanah milik pribadi, padahal tanah itu dihibahkan untuk umum. Aji menegaskan, bahwa pihaknya akan melaporkan kasus ini pada pihak yang berwajib.

"Ada sembilan oknum didalamnya," terang Aji.

"Mereka harus dipolisikan dan sekarang kita mau melapor di Polres," sambungnya.

Sementara itu Kepala Desa Rasabou, Julkisman mengatakan bahwa pihaknya sudah beruhasa semaksimal mungkin untuk menemukan sertifikat yang dianggap bermasalah itu.

"Kami sudah berusaha bersama Babinsa, Babinkantibmas dan BPD sudah berusaha, sampai hari ini sudah delapan sertifikat yang ada," katanya kepada awak media.

Menanggapi soal rencana warga yang ingin melaporkan kasus sertifikasi tanah itu kepada pihak yang berwajib, Julkisman mengaku pasrah dan siap mengikuti proses hukum, bahkan dirinya siap di penjara jika terbukti bersalah.

"Kami proses hukum yang dilakukan warga akan diikutin aja, kalo kami bersalah buikan selesai," ujarnya.

Reporter : Salahudin