Sulawesi Tengah: Donggala, Palu, Mamuju Sedang Berduka
Cari Berita

Advertisement

Sulawesi Tengah: Donggala, Palu, Mamuju Sedang Berduka

Sabtu, 29 September 2018

Kondisi salah satu Masjid dan wilayah sekitar setelah di hantam gempa dan tsunami.

Jum'at, 28 September 2018, tepatnya pukul 17.02 WIB masyarakat Indonesia kembali digegerkan dengan laporan BMKG berkaitan dengan aktivitas gempa yang terjadi di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa tersebut cukup mengagetkan dan membuat napas masyarakat tertahan mengingat kisaran Magnitudenya mencapai angka 7,7. Angka ini menegaskan kemungkinan terjadinya tsunami amatlah besar dan juga mengalahkan skala gempa yang terjadi di Lombok, NTB lalu yaitu 7,0 Skala Richter yang tidak berpotensi tsunami.

Benar saja, berdasarkan beberapa video yang berhasil diunggah di berbagai media sosial oleh masyarakat di sekitar lokasi pusat gempa, terekam pasangnya air laut yang menyapu rata bangunan-bangunan yang berada di bibir pantai.

Rumah-rumah, masjid, dan bangunan lain terlihat porak-poranda setelah diamuk tsunami. Sebagian video lainnya berisi kondisi masyarakat Palu yang sedang panik menyelamatkan diri. Masyarakat tak henti-hentinya berdzikir setelah diguncang oleh gempa yang berkekuatan besar tersebut. Tidak sedikit juga yang mengalami cidera, baik ringan maupun parah.

Beberapa dari teman saya yang berasal dari Palu (sekarang sedang di luar daerah), hingga saat ini masih kesulitan menghubungi sanak saudaranya karena telekomunikasi yang terputus. Hal ini membuat keadaan semakin gelap, ucapan doa dan turut berduka cita pun beriringan mengisi media sosial di malam Sabtu yang kelabu.

Nasib saudara-saudara kita yang tertimpa bencana ini masih belum bisa dipastikan dengan jelas bagaimana kondisinya. Di sisi lain, dampak dari gempa ini juga dirasakan sampai di Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah menghubungi teman-teman di sana, mereka menuturkan bahwa efek guncangannya cukup terasa kuat walaupun dalam waktu yang cukup singkat.

Banyak masayarakat yang lari berhamburan keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri dari robohnya bangunan. Gempa tersebut juga meninggalkan trauma tersendiri bagi masayarakat Palu.

Penulis: Muammar Iksan