Pilkades Serentak, Demokrasi Desa, Demokrasi Keluarga
Cari Berita

Advertisement

Pilkades Serentak, Demokrasi Desa, Demokrasi Keluarga

Selasa, 11 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Presiden Jokowi dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2019 di gedung DPR RI sehari sebelum perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke- 73 mengungkapkan penambahan Alokasi transfer daerah dan dana desa menjadi 832,3 Triliun. Jumlah tersebut meningkat 9% dari perkiraan realisasi pada tahun 2018 atau bertambah 45,1% dari 2014.

Khusus untuk dana desa, pagu anggaran dalam RAPBN tahun 2019 sebesar 73 Triliun atau naik Rp. 13 Triliun dari tahun 2018. Jika total seluruh desa di Republik sejumlah 74.957 desa, maka Rp. 973,9 juta akan mengucur ke masing-masing desa pada tahun 2019, melebihi rata-rata Rp. 800,5 juta per desa pada tahun 2018.

Bisa dipastikan tensi Pilkades serentak 6 Desember 2018 akan ikut terkerek seiring naiknya alokasi dana desa. Persis Dollar yang kini meroket. Jika fokus para kontestan Pilkades adalah 'menguasai' dana desa, bisa juga dipastikan jeruji-jeruji penjara akan semakin menganga.

Sebagai anak muda yang lahir dan tumbuh di desa, saya mengkhawatirkan bahwa akal-akal kekeluargaan yang menjadi ciri orang desa makin menghilang. Karena alasan gengsi keluarga ditambah tiap malam mengimpikan tidur sambil 'memeluk Soekarno - Hatta' sejumlah ratusan juta, persaingan menuju singgasana desa memakai politik Zero sum game. kita semua makin lupa bahwa sesungguhnya orang-orang desa masih dalam satu rumpun keluarga.

Demokrasi desa adalah demokrasi kekeluargaan, demokrasi penuh kegembiraan. Diatas seluruh hasrat dan cita-cita, diatas semua impian, kebersamaan sebagai keluarga harus terus dijaga. Keluarga adalah tempat kita kembali memeluk kehangatan.

Makin besarnya Alokasi dana desa, jangan sampai mengecilkan semangat kekeluargaan. Apalagi menghilangkan tradisi desa, yaitu ketika ayam jantan mulai berkokok dan saat kita membuka pintu rumah kita masing-masing, kita bersahut-sahutan memanggil satu sama lain menikmati kopi pagi dalam suasana kesederhanaan dan kebersamaan.

Penulis : Jubir, SH (Calon Anggota DPRD Propinsi NTB Dapil VI).