Perubahan Pola Pikir dan Perilaku Pada Masyarakat Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Perubahan Pola Pikir dan Perilaku Pada Masyarakat Indonesia

Rabu, 19 September 2018

Foto : Penulis (kemeja kotak-kotak)
Indikatorbima.com - Perubahan sosial adalah proses sosial yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial. Dimana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru. Seiring berjalannya waktu, di dalam kehidupan sehari-sehari ada banyaknya perubahan yang terjadi di masyarakat Baik perubahan sosial maupun perubahan kebudayaan.

Pada dasarnya perubahan-perubahan sosial terjadi karena rasa tidak puas masyarakat terhadap keadaan, ada kesadaran akan kekurangan-kekurangan yang ada dalam lingkungannya, ada usaha masyarakat untuk beradaptasi dengan keadaan baru yang ditimbulkan oleh perkembangan dalam masyarakat,tingkat kebutuhan yang makin bertambah, dan sikap terbuka masyarakat terhadap hal-hal baru.

Perubahan Pada Pola Pikir Masyarakat merupakan suatu perubahan serius yang harus kita bahas bersama dalam ruang diskusi menyangkut persoalan pola pikir dan sikap masyarakat indonesia terhadap berbagai persoalan sosial dan budaya di sekitarnya yang berakibat terhadap pemerataan pola-pola pikir baru yang dianut oleh masyarakat sebagai sebuah sikap yang modern. Contohnya sikap terhadap pekerjaan bahwa konsep dan pola pikir lama tentang pekerjaan adalah pada sektor formal (Aparatur Sipil Negara). Jadi ada formal dan informal namun saat ini terjadi perubahan konsep dimana pekerjaan itu tidak hanya disektor formal saja, melainkan disektor mana saja yang menghasilkan pendapatan maksimal artinya cara pandang kita sudah berubah.

Dalam perubahan pola pikir media massa memiliki peran yang sangat penting yang akibatnya Masyarakat dewasa ini cenderung lebih pragmatis dan instan dengan mengesampingkan idealis yang ada atau ambigu dalam pilihan-pilihan hidup mereka.

Suap serta perilaku KKN massal anggota DPRD kota Malang merupakan imbas dari perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dimana mereka ingin serba cepat, tanpa melalui proses-proses yang ada. Bahkan kini hampir semua birokrasi yang ada, terdapat celah untuk suap-menyuap.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pragmatis dan instan juga membawa dampak positif bagi masyarakat seperti halnya dengan penggunaan telekomunikasi yang memang pada jaman ini dibutuhkan informasi yang serba cepat.

Perubahan perilaku menyangkut persoalan perubahan sistem-sistem sosial, Namun pokok masalah atau ketakutan terbesar suatu perubahan dalam masyarakat Indonesia ialah Sikap hedonis merupakan dampak lain dari perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat indonesia.

Gaya hidup hedonis adalah suatu pola hidup yang mencari kesenangan seperti, banyak menghabiskan waktu diluar rumah, lebih banyak bermain GAME, senang membeli barang-barang yang berharga mahal.

Perilaku hedonisme saat ini sudah sangat melekat pada sebagian masyarakat Indonesia terutama masyarakat yang tinggal dikota-kota besar. Dimana perilaku hidup seperti ini bersifat negatif karena hanya mementingkan kenikmatan, kesenangan dan kepuasaan yang semuanya bersifat duniawi.

Media massa memiliki andil besar dalam perilaku hedonis, Saat ini kemajuan teknologi informasi telah menawarkan berbagai macam gaya hidup kepada masyarakat terutama kepada generasi muda/remaja.

Para remaja berlomba-lomba untuk mengikuti tren gaya hidup untuk mencapai kepuasaan pribadi yang kadang-kadang menjerumus kepada hal-hal yang bersifat negatif.

Realitas budaya yang dibentuk oleh media massa lewat K-Pop, Girl Band, film serial, membuat khalayak Indonesia meniru gaya berpakaian pemuda pemudi dari Negeri Ginseng itu bahkan gaya fashion ala Negara baratpun menjadi standar fashion masyarakat Indonesia contohnya fashion show di Istana Dalam Loka Sumbawa yang di kecam oleh tokoh adat dan pihak Kesultanan Sumbawa yang Menampilkan pameran pakaian yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan daerah Samawa.

Pada akhirnya masyarakat hanya menjadi pengikut tren internasional. Pengaruh yang ditimbulkan bisa serentak, maupun bertahap. Misalnya, pengaruh tayangan hiburan di malam hari, membuat masyarakat meniru candaan yang kurang pantas, yang dilontarkan oleh pembawa acara. Bisa juga masyarakat cenderung menjadi konsumeris, hedonis, menyukai hal praktis dan mengabaikan sebuah proses pembelajaran yang pada akhirnya membuat masyarakat kita menjadi masyarakat konsumtif bukan masyarakat produktif.

Penulis : Irdansyah