Permasalahan Sosial Ekonomi di Indonesia
Cari Berita

Advertisement

Permasalahan Sosial Ekonomi di Indonesia

Minggu, 09 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Dari visi dan misi Pemerintah Periode 2015-2019, pembangunan tahun 2015 diarahkan sebagai tahap penguatan fondasi bagi percepatan pencapain tujuan pembangunan, yaitu Indonesia yang lebih berdaulat dalam politik, lebih berdikari dalam ekonomi, dan lebih berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Prioritas pembangunan disusun sebagai penjabaran operasional dari Program Nawa Cita, dalam hal ini penulis menggaris bawahi tiga poin, yakni: membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional, dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Selain itu, penulis juga ingin menggaris bawahi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, bahwa guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong, maka dituangkan visi pembangunan, yakni mewujudkan Negara Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional.

Baca juga : Solusi Terbaik Hutang Luar Negeri Ialah Kembali Pada Sistem Ekonomi Islam

Dimensi-dimensi politik kini memiliki relevansi erat dengan kajian sosial otomatis merupakan persoalan kebijakan. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa persoalan ekonomi termasuk persoalan politik. Membahas tentang politik berarti membahas kekuasaan dan kewenangan Kemudian, membahas kedua-duanya akan sangat berkaitan erat dengan apa yang disebut sebagai kebijakan.

Program unggulan dari pemerintah indoesia sesuai dengan visi misi dan nawa cita memang menjanjikan perekonomian dan pembangunan yang berdikari dalam ekonomi namun hal itu tidak di rasakan oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan hanya segelintir yang merasakannya, hal ini menimbulkan berbagai masalah sosial di Indonesia khususnya daerah daerah yang tertinggal, terbelakang, dan termiskin.

Persoalan seperti ini perlu kita bahas bersama di manakah keadilan pembangunan? apakah sudah sejahterakah masyarakat Indonesia? dan pada intinya adalah nilai nilai demokrasi dan pancasila tidak sebagaimana mestinya sebagai falsafah bangsa justru hanya berbagai persoalan sosial akibat ekonomi dan pembangunan.

Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada, maka hal tersebut dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial, seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat yang kemudian menghasilkan jurang permusuhan antar manusia, bahkan antar kelompok masyarakatpun mengalami terjadi konflik sosial dan perubahan sosial sebagai konsenkuensinya.

Permasalahaan sosial ekonomi dalam masyarakat muncul akibat adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai yang dianut masyarakat dengan realita atau kenyataan yang ada atau terjadi yang pada suatu masyarakat Indonesia khususnya di daerah-daerah yang bukan kawasan industri maupun kawasan ekonomi mengalami masalah sosial akibat dari kesenjangan dan ketidakadilan pembangunan sosial ekonomi daerahnya.

Apalagi di era pasar bebas sekarang memudahkan perdaganganNegara-negara yang terhimpun dalam Masyarakat ekonomi asean (MEA) yang menjadikan negara kita sebagai sasaran empuk bagi negara asean lainya untuk menjajal barangan dagangan dan produk negaranya di indonesia tanpa bea cukai dan sebagainya.

Sehingga produk dalam negeri tidak memiliki daya saing dan jualnya sesuai dengan standar ekonomi asean maupun dunia, akhirnya banyak pedagang kecil gulung tikar dan menjadi pengangguran, masalah-masalah sosialpun muncul akibat perekonomian tadi menjadi Sumber dari berbagai permasalahan sosial indonesia.

Sehingga persoalan ekonomi saat di penghujung masa kepresidenan pak jokowi malah terjadi krisis identitas, krisis moral, krisis akhlak agama dan yang paling mengenaskan adalah terjadinya pembengkakan hutang luar negeri mencapai 375,5 milliar dollar jika di rupiahkan 4.915 Triliun dan yang tak kalah serius dari hutang luar negeri yang membengkak serta dan ialah kenaikan nilai tukar rupiah mencapai RP. 15.000 perdollar USA.

Faktor yang memicu terjadinya permasalahan sosial, diantaranya:
1. Faktor ekonomi, seperti tingkat kemiskinan, pengangguran.inflasi, hutang luar negeri
2. Faktor budaya, seperti perceraian, kenakalan remaja.
3. Faktor biologis, seperti penyakit menular, penyakit degeneratif.
4. Faktor psikologis, seperti tingkat stress, penyimpangan perilaku manusia.

Permasalahan sosial ekonomi di Indonesia sangat kompleks dan beragam. Faktor-faktor permasalahan sosial tersebut juga memicu terjadinya perubahan sosial budaya di Indonesia.

Terdapat kekuatan-kekuatan lain yang dapat mempengaruhi adanya perubahan sosial di kalangan masyarakat yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia sebagai masyarakat konsumtif dan tidak sesuai nawa cita dan berdikari. Seperti pada masyarakat di Indonesia yang sudah terkena dampak perubahan sosial. Saat ini masyarakat di Indonesia sangat tergantung dan terpengaruh pada kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Yang paling tampak yaitu pada kemajuan teknologi informasi yang sudah merambah tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia, tetapi sudah sampai pada wilayah pelosok di Indonesia. Kemajuan IPTEK tersebut membawa bangsa Indonesia ke dalam masa transisi yang sulit.

Perubahan ini harus dihadapi dengan sangat cepat dan tepat, sehingga masyarakat tidak menjadi sasaran negatif dari teknologi, tetapi diarahkan pada manfaatnya yang dapat membangun masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik.

Selain permasalahan perubahan sosial budaya di Indonesia, masalah sosial saat ini sangat beragam, seperti kemiskinan, pengangguran, kasus tindak kriminalitas, seperti pembunuhan, pemerkosaan, kekerasan, permasalahan pendidikan yang belum merata, serta adanya kesenjangan sosial yang cukup signifikan dalam masyarakat.

Hal tersebut seharusnya menjadi wacana dan perhatian bagi semua pihak, khususnya pemerintah Indonesia, dengan membuat berbagai program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat, serta dengan meningkatkan dan mengelola mutu kualitas sumber daya yang ada, baik sumber daya alam maupun sumberdaya manusia, namun juga harus tetap diikuti dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

Penulis : Irdansyah