Pemburu CPNS
Cari Berita

Advertisement

Pemburu CPNS

Rabu, 19 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Setelah berbulan-bulan menunggu kepastian, akhirnya informasi mengenai pembukaan pendaftaran CPNS 2018 telah di resmikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) di Jakarta kemarin pada tanggal 6 September 2018 melalui siaran pers.

BKN menyatakan bahwa tanggal resmi pendaftaran yaitu dimulai besok Rabu 19 September 2018 dengan mengakses website resmi BKN yang artinya pendaftaran satu pintu, tidak seperti tahun lalu yang juga melibatkan portal mandiri masing-masing instansi.

Info peresmian ini memberikan pencerahan sekaligus memecah kebuntuan harapan bagi para pelamar tahun ini yang kebanyakan terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis yang sebelumnya sangat diresahkan oleh informasi-informasi hoax dari situs-situs yang tidak bertanggung-jawab terkait dengan isu pembukaan pendaftaran CPNS.

Tahun ini, Baik tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN seperti halnya tahun lalu. Jadi bagi para pelamar yang sudah mengikuti tes CPNS sebelumnya, tidak akan menemui kendala yang berarti dan tentunya sudah familiar dengan penggunaan sistem komputer ini yang diharapkan tidak dapat memberikan celah bagi pelamar untuk melakukan kecurangan.

Dari segi jumlah pelamar, tahun ini kemungkinannya akan meluap jauh melebihi kuota peserta yang di tetapkan oleh pemerintah untuk diterima. Bagaimana tidak, tes CPNS tiap tahunnya selalu menjadi momentum pengaduan nasib yang paling di nanti-nanti. Terlepas dari faktor untuk memperbaiki hidup, motivasi yang paling besar adalah kedudukan status sosial yang tinggi akan diraih bersamaan dengan kelulusan PNS itu (ini mindset masyarakat awam).

Bahkan tidak sedikit para pelamar berlomba-lomba dengan menggunakan cara-cara kotor seperti penyuapan dan menggunakan "Calo PNS" hanya demi gengsi dan ambisi untuk mendapatkan predikat Pegawai Negeri Sipil di tengah-tengah masyarakat.

Momen ini justru banyak di manfaatkan oleh para Calo sebagai kesempatan emas untuk melancarkan aksi penipuan nya, dengan mengaku-ngaku mempunyai jaringan di BKN yang bisa meloloskan pelamar, siapapun yang tergiur dan berambisi pasti akan rela mengucurkan dana ratusan juta kepada si penipu sebagai jaminan untuk lulus (inipun belum tentu lulus dan banyak saingannya). Disinilah kerugian besar melanda si pelamar. Seandainya dana ratusan juta itu digunakan untuk berbisnis, tentu itu lebih baik bagi mereka (para pelamar CPNS).

Contoh kasus seperti diatas sudah terjadi di Jawa barat. Belum lagi sampai pada tanggal pembukaan pendaftaran CPNS 2018, BKN bekerjasama dengan polres Sumedang dan Polsek Jatinangor, di Jawa barat, berhasil membekuk komplotan penipu penerimaan CPNS 2018 di awal Maret lalu dan merugikan pelamar (korban) yang anehnya berasal dari berbagai penjuru pulau dan kota besar seperti Sumatera, DKI Jakarta, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.

Untung saja keterlibatan pihak BKN belum bisa dibuktikan oleh kepolisian. jika saja praktek kotor ini menjaring penyelenggara, maka sungguh sangat di sayangkan betapa rusaknya sistem di negeri ini. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi pada bangsa dengan melahirkan PNS-PNS yang sedari awal menggunakan cara-cara kotor untuk meraih posisi dan jabatan. Tentunya akan memperparah kerusakan moral para pejabat negara yang sejak dahulu sudah exist karena bukanlah tidak mungkin seleksi tahunan ini mencetak bibit-bibit koruptor masa depan demi upaya mengembalikan modal yang sudah mereka keluarkan.

Semoga para pelamar tahun ini tidak terbuai mendapatkan jabatan dengan menempuh jalan-jalan pengecut berlumpur dan pembukaan pendaftaran CPNS besok tidak di undur-undur serta pihak penyelenggara tetap berkomitmen untuk menjalankan seleksi CPNS yang bersih, penuh integritas dan transparan sehingga dapat menjaring para pengabdi negara sesuai dengan kualifikasi yang di butuhkan instansi-instasi terkait.

#Salam Pejuang CPNS
Penulis : Muammar Iksan