Mahasiswa Sebagai Pelacur Kredit dan Pembunuh Bayi Tak Berdosa
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Sebagai Pelacur Kredit dan Pembunuh Bayi Tak Berdosa

Sabtu, 01 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Mahasiswa dan mahasiswi kerap menjadi salah satu pelaku sex bebas, bahkan menjadi pelaku pembuangan bayi-bayi yang tidak berdosa. Berbagai kasus pembuangan bayi yang berhasil di ungkap oleh pihak kepolisian pelakunya diantaranya adalah mahasiswa dan mahasiswi dari kampus tertentu.

Kampus atau perguruan tinggi ialah tempat Menempa ilmu setelah menempu pendidikan SMU/SMA sederajat.

Lingkungan kampus yang seharusnya dipenuhi oleh orang-orang ber-Idealis tinggi, tempat para perantau atau tempat untuk para nuntut ilmu yang haus akan kebenaran, menjadi tercoreng dengan tindakan dan perilaku mahasiswa dan mahasiswinya.

Semakin banyak teman, maka semakin banyak informasi yang mereka dapatkan. memang itulah cara mahasiswa saling bertukar informasi dan ilmu pengetahuan. Yang menjadikannya masalah ialah adanya praktik yang tidak wajar akibat keterbukaan pergaulan di kalangan mahasiswa. Mulai dari peredaran narkotika, sampai dengan maraknya sex bebas, semua bisa masuk dengan mudah karena keterbukaan cara bergaul ini, memang ada juga mahasiswa yang agak individual (tidak terbuka).

Bicara soal sex bebas di kalangan mahasiswa berawal dari timbulnya hasrat dan imajinasi seksual dari oknum mahasiswa yang tidak “bertanggungjawab” biasanya mereka yang kebetulan anak konglomerat atau tingkat ekonomi menengah ke atas, dengan alibinya melakukan PDKT (pendekatan) terhadap mahasiswi dan menjadikannya pacar.

Tidak sampai situ saja mereka juga harus menuruti pemintaan dari pacar, seperti nonton, shoping, dan nongkrong di cafe-cafe mahal atau sekedar mengajaknya makan.

Setelah semua keinginan Sang pacar terpenuhi, mulailah akal bulus mereka berjalan. Berawal dari mengajak pacar main ke kosan atau kamar kontrakan mereka perlahan semuanya berjalan begitu saja, sampai hasrat dan semua imajinasi seksual mereka terpenuhi.

Sangat di sayangkan dan tidak pantas kehormatan dan keistimewaan wanita ditukar begitu saja dengan rupiah layaknya praktik prostitusi pada umumnya, tetapi yang menjadi pembeda ialah kemasan dan cara pembayarannya yang berangsur (pelacur kredit).

Yang menjadi keresahan di masyarakat ialah, kerap terjadinya kasus buang bayi akibat praktik sex bebas ini, seperti kasus yang pernah terjadi di Kota Malang seorang Mahasiswi Universitas Brawijaya asal Blitar membuang bayinya di kantong plastik dan di temukan oleh pemilik kos eny (65) tahun, peristiwa ini terjadi di jalan sumbersari Gang 1A, NO. 10, Lowokwaru, kota Malang pada hari Jumat 31 Maret 2017 yang lalu.

Kasus serupa juga terjadi di kabupaten Bima seorang mahasiswi UNISMA Makassar asal Desa Nunggi Kecamatan Wera belakangan diketahui membuang bayinya di pantai Desa Sangiang, bayi laki laki itu ditemukan oleh dua orang remaja ilansyah (14) tahun dan kamarudin (15) di pinggir pantai Desa Sangiang tepatnya pukul 20.30 WITA pada hari Sabtu 29 April 2017 lalu. Dan masih banyak lagi kejadian serupa di kota lainnya.

Akibatnya, citra mahasiawa dan kepercayaan publik kepada mahasiswa menjadi buruk. Bahkan, mahasiswa kadang dianggap sebagai penjahat kemanusiaan yang paling kejam, yaitu pembunuh bayi-bayi yang tidak berdosa.

Penulis : Nuril Huda