Lawan Politik Uang dan Hoax, Warga Dompu Gelar Diskusi Publik
Cari Berita

Advertisement

Lawan Politik Uang dan Hoax, Warga Dompu Gelar Diskusi Publik

Rabu, 05 September 2018

Foto : Suasana diskusi publik di aula kantor Camat Kilo.
Indikatorbima.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nggahi Rawi Pahu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu menggelar diskusi publik dengan tajuk “Turn Back Politik Uang dan Hoax” di aula kantor camat Kilo, Rabu (05/09/18).

Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh LSM Nggahi Rawi Pahu tersebut, bekerjasama dengan KPU dan BAWASLU Kab. Dompu merupakan langkah warning (peringatan) dini bagi masyarakat Dompu, khususnya masyarakat kecamatan Kilo dalam memberantas politik uang dan hoax pada pemilu 2019 mendatang.

“Politik uang dan hoax merupakan sebuah kejahatan demokrasi yang dapat menghambat laju perkembangan demokrasi kita,” ujar Muh. Taufikurrahman, S.Pd dalam sambutannya.

"Oleh karna itu harus kita lawan dan berantas secara bersama-sama di pemilu yang akan datang dengan komitmen moral," lanjutnya.

Hadir dalam diskusi tersebut tiga narasumber yang terdiri dari komisioner KPUD Kab. Dompu yang diwakili oleh Suherman, S.Pd, Komisioner BAWASLU Kab. Dompu Swastari Haz, SH, dan Akademisi sekaligus perwakilan dari LSM Nggahi Rawi Pahu Kab. Dompu Ilyas Yasin, M.Pd.

Suherman dalam menyampaikan materinya mengatakan bahwa, hoax merupakan informasi yang menyesatkan, untuk mengantisipasi hoax dalam pemilu KPUD Kab. Dompu perlu melakukan sosialisasi informasi pemilu kepda masyarakat dengan informasi yang benar.

“lewat diskusi-diskusi seperti ini misalnya kita dapat menyerap dan menggali informasi yang benar mengenai pemilu," terangnya.

Ditempat yang sama, Swastari Haz, SH menegaskan bahwa, seluruh elemen masyarakat harus bekerjasama dengan Bawaslu dalam melawan dan memberantas politik uang.

"Untuk melawan politik uang harus ada kerjasama semua elemen masyarakat bersama Bawaslu untuk memberantas politik uang dalam mengawal prmilu 2019 nanti lewat pengawasan partisipatif. Kalau ketemu laporkan segera," imbuhnya.

Sementara itu, Ilyas, M.Pd menjelaskan bahwa, dalam hal memilih pemimpin haruslah tetap memperjuangkan nilai-nilai demokrasi. Sebab, demokarasi bukanlah hal yang terjadi begitu saja.

"Demokrasi bukan sesuatu yang sekali jadi. Karena itu, harus tetap diperjuangkan juga dalam memilih haruslah pemimpin yang membawa harapan bukan ratapan," tegasnya.

Diskusi yang dihadiri oleh unsur pemerintah, muspika, kepala desa se kecamatan Kilo, para alim ulama dan pemuda tersebut berakhir pada sektar pukul 13.30 WITA.

Reporter : Furkan As
Editor : Fuad D Fu