Kartu Kuning Untuk Bupati Bima
Cari Berita

Advertisement

Kartu Kuning Untuk Bupati Bima

Selasa, 11 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Sebuah janji yang sudah diucapkan harus ditepati, itu kata tuhan, bukan kata saya. Kata dahulu ditepati, kata kemudian berceraian, segala yang pernah dijanjikan hendaknya ditepati, penguasa yang banyak omong doang hasilnya tidak ada.

Besar hendak melanda, panjang hendak menggilas. Janganlah menggunakan kebesaran dan kekuasaanmu untuk menindas rakyat kecil. Dari bahu hendak ke kepala, berikan bukti pada rakyat bahwa engkau patut dijadikan contoh, bukan janji palsu belaka.

Janganlah setelah diberi kekuasaan sedikit, lalu hendak bertindak semena-mena, lebih baik bersikap rendah hati supaya tidak mendatangkan malapetaka.

Padi segenggam dengan senang hati, dari pada padi selumbung dengan susah hati. Karena jika semua janji yang pernah engkau ucapkan menjadi bumerang dan ujung-ujungnya kau akan mendapat KARTU KUNING dari aktivis peradaban. Kami belum mati, kami masih hidup dan tidak akan pernah mati untuk selamanya, sebelum kau merasakan penderitaan yang selama ini masyarakat Bima rasakan.

Lebih baik hidup sederhana dengan hati yang senang, dari pada kaya tetapi hasil korupsi. Ikut hati mati, ikut rasa binasa, barang siapa hidupnya selalu nurut kepada hawa nafsunya, pada akhirnya akan pasti binasa.

Wahai para penguasa, terutama Bupati Bima janganlah kalian saling bermusuhan, nanti rakyat kecil jadi menderita olehnya. Bila terjadi kekacauan dalam negeri, maka para penjahat dan para koruptor mencari keuntungan untuk dirinya. Bupati Bima engkau memang cantik dan anggun tapi, kami belum mencintaimu sebagai pemimpin.

Pemimpin yang seharusnya dijadikan raja adalah dia yang mampu bertanggungjawab pada tugas yang di embannya, bukan malah menghisap darah rakyatmu, macam vampir yang haus darah.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kita kuat kalau bersatu, tetapi lemah kalau berpecah belah. Walaupun intan bisa keluar dari mulut anjing sekalipun, akan tetap intan. wahai para penguasa kebenaran, rakyat membutuhkan nasehat baik yang harus diterima, meskipun dari siapa saja orangnya.

Ibarat membelai rambut dalam tepung, rambut jangan diputus, tepung jangan berserak. putuskanlah perkara yang adil dan bijaksana, agar melegahkan yang kalah maupun yang menang.

Raja adil akan disembah, raja zalim akan disanggah. pemimpin yang adil disayangi dan dihormati oleh rakyatnya, sedangkan pemimpin yang tidak adil dilawan oleh rakyatnya. 2019 kudeta jalur akses Bupati dan stopkan Bupati Bima untuk periode selanjutnya.

Penulis : Kiliman Ariansyah