Ini Klarifikasi Polisi dan Keluarga Soal Oknum Polisi Yang Diduga Menculik Anak di Wera
Cari Berita

Advertisement

Ini Klarifikasi Polisi dan Keluarga Soal Oknum Polisi Yang Diduga Menculik Anak di Wera

Jumat, 21 September 2018

Ilustrasi (foto : Poskota News)
Indikatorbima.com - Kepala SPKT Polsek Wera, Didi Darmadi bersama pihak keluarga memberikan klarifikasi soal oknum polisi yang diduga menculik L (4) tahun di pinggir pantai Mantau, desa Nangawera, kecamatan Wera, kabupaten Bima, Jum'at (21/09/18).

Dilansir dari media metromini.co.id, Kepala SPKT Polsek Wera, Didi Darmadi mengatakan bahwa dugaan penculikan anak di kecamatan Wera yang diduga dilakukan oleh oknum polisi merupakan kesahpahaman antara oknum polisi dan pihak keluarga.

"Sebenarnya, saat Liana dibawa oleh Mama Remon sudah ijin kepada Umisom," ucap Didi, Kamis (20/9/2018) kemarin kepada metromini.co.id.

Lebih lanjut, Kepala SPKT Polsek Wera, Didi Darmadi menjelaskan bahwa Umisom atau orang tua L sudah bertemu dengan mama Remon (istri okum polisi). L ditemukan Dirumah mama Remon dalam keadaan baik-baik saja. Didi Darmadi kemudiam menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman antara keluarga dan oknum polisi tersebut.

"Setelah Umisom dan keluarganya mendatangi asrama gunung dua, dia bertemu dengan Mama Remon. Mereka pun juga melihat Liana sedang berada di tempat Mama Remon. Dan masalah ini sebenarnya ada kesalahpahaman saja yang terjadi," ungkap dia sebagaimana dilansir dari metromini.co.id.

Didi Darmadi mengungkapkan, bahwa Umisom dan keluarganya panik dan merasa kawatir dengan keadaan L ditengah merebaknya isu penculikan anak.

"Keadaan ini, kata dia, menimbulkan kekuatiran dari Umisom dan keluarganya, di tengah merebaknya isu adanya kasus penculikan anak," terang dia.

Menanggapi keterangan pihak kepolisian tersebut, Moris yang diketahui sebagai keponakan Umisom atau sepupu dari L membenarkan keterangan kepolisian tersebut. Menurutnya, keterangan itu ada setelah pihak keluarga dihantui rasa panik dan kekwatiran beberapa jam sebelumnya.

"Tadi semua keluarga panik saya pun sebagai keluarga merasa panik dengan info penculikan itu, bahkan masyarakat setempat ikutan panik. Ditambah suasana maraknya isu penculikan anak," terang Moris saat dihubungi oleh Indikator Bima melalui telepon, Kamis (20/09/18).

"Kalau dianalisa dari peristiwa itu, bantahan dari polisi saat menanggapi kejadiani ini memang benar, tapi kami juga benar. Bayangkan saja, anak itu hilang dari jam 15.00 WITA, tanpa ada kabar tanggapan polisi baru ada beberapa jam kemudian," lanjutnya.

Lebih lanjut Moris menjelaskan bahwa, hubungan antara Umisom atau bibinya tersebut memang saling kenal, namun hanya sebatas kenal baik. Bibinya tersebut tidak tahu tempat tinggal dan tidak punya kontak telepon oknum polisi yang dimaksud. Oknum polisi itu dikenal karena sering mampir di tempat penjualan ikan Umisom di pinggir pantai Mantau, hingga saling kenal dengan L.

"Bibi saya dengan oknum polisi tersebut memang saling kenal, nggak ada hubungan keluarga, tapi bibi saya tidak tahu rumah dan kontak telepon oknum polisi itu," ujarnya.

Hingga pada saat oknum polisi tersebut meminta izin untuk membawa L kepada Umisom, Umisom memang mengizinkannya. Namun, pada saat oknum polisi tersebut membawa L Umisom sedang tidak ada ditempat, sehingga Umisom panik dan kwatir. Pasalnya Umisom sama sekali tidak tahu dimana rumah dan kontak oknum polisi yang membawa anaknya tersebut.

"Iya memang diizinkan beberapa saat sebelumnya, tapi oknum polisi itu membawa L saat bibi saya tidak ada ditempat, karena dia pergi ambil jeruk. Tiba-tiba saja, saat bibi saya kembali, L sudah tidak ada ditempat. Disitu bibi saya mulai berpikir bahwa anaknya sudah diculik dan paniklah kami sekeluarga. Karena bibi saya tidak punya kontak dan tidak tahu rumah oknum polisi yang membawa anaknya. Dia tidak tahu anaknya dibawa kemana," jelas Moris.

Sesaat kejadian itu berlangsung, Moris dan keluarganya diberikan kontak oknum polisi tersebut. Tapi kontak yang diberikan tersebut tidak aktif, Karena kurang satu angka. Itulah yang membuat Moris dan keluarga tambah panik. Akhirnya bibi Moris atau Unisom bersama anak pertamanya dan keponaannya pergi ke kota Bima untuk mencari tahu keberadaan rumah polisi tersebut dengan mendatangi Polres Bima Kota yang bertempat di Gunung Dua.

"Bibi saya bersama anak pertama dan keponakannya pergi ke kota Bima jalan keliling tadi untuk mencari tahu rumah oknum polisi tersebut, ditambah kontak telepon itu salah," tuturnya.

"Saya susul belakangan, kemudian Polsek Wera juga ikut menyusul, setelah adanya informasi bahwa L sudah ditemukan," lanjutnya.

Setelah sampai di Kota Bima, Polsek Wera bersama keluarga menjemput L bersama Umisom di kelurahan Ranggo untuk dibawa pulang ke kecamatan Wera.

Moris menegaskan bahwa, keterangan pihak kepolisian tersebut disampaikan setelah Umisom dan oknum polisi tersebut bertemu. Ia juga menegaskan bahwa keterangan yang ia sampaikan kepada Indikator Bima sesuai dengan kondisi dan kenyataan yang sedang terjadi.

"Keterangan yang saya sampaikan itu benar, sesuai dengan kondisi yang kami alami beberapa jam sebelumnya. Kami sangat panik ditengah maraknya isu penculikan anak, kami berfikir itu penculikan, ditambah lagi kepanikan masyarakat sedana Nangawera," tegasnya.

"Kami sendiri, ingin masalah ini selesai. Entah masalah penculikan atau kesalahpahaman antara kami dengan oknum polisi itu. Bayangkan saja, jika keluarga anda dibawa sama orang yang sama sekali anda tidak tahu alamat rumah dan kontak teleponnya," tutup Moris.

Reporter : Furkan As