Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran, Jomblo Super Quality
Cari Berita

Advertisement

Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran, Jomblo Super Quality

Minggu, 16 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Jomblo Sniper,
Jomblo yang belum pernah pacaran, cuma berani memandang dari jauh, nunggu kesempatan yang pas untuk melamar.

Senyum lebar bercampur dengan sedikit baper tertahan adalah expresi yang keluar saat pertama kali membaca kata-kata dari teman-teman kelompok yang mengusung gerakan Indonesia Tanpa Pacaran ini. Bagaimana tidak, banyak sekali para jomblowan merasa terwakili kondisinya dengan kata-kata tersebut.

Walaupun saya kurang sependapat dengan kata-kata "cuma berani memandang dari jauh" karena seharusnya pemuda sejati mampu menahan pandangan dan mengalihkannya pada hal-hal baik yang lain. Namun saya pribadi sangat mendukung gerakan Indonesia Tanpa Pacaran ini.

Terlepas dari itu, tidak bisa dipungkiri bahwa latarbelakang lahirnya gerakan ini bukan hanya sekedar dilihat dari dalil agama bahwa mendekati zina itu haram apalagi melakukan nya lebih haram, akan tetapi sisi yang paling disoroti adalah kerusakan moral yang di akibatkan oleh trend pacaran itu sendiri karena biasanya aktivitas dalam pacaran itu menggiring pada kemaksiatan, pembangkangan dan bisa berujung pada kriminalitas.

Dengan perkembangan zaman dan teknologi serta pengaruh budaya barat yg kuat sekarang ini, virus pacaran bahkan menjangkiti generasi usia belia (SD, SMP).

Ketika sudah dalam hubungan pacaran maka sangatlah besar kemungkinannya sentuh, peluk dan free sex dilakukan oleh para aktivisnya sehingga yang terjadi kemudian adalah kasus hamil diluar nikah, putus sekolah, melarikan diri dari rumah dan yang paling parah adalah sampai membunuh janin (aborsi, masih untung kalau ibunya selamat) baik dari desakkan si laki-laki yang tidak bertanggung jawab maupun si perempuan merasa malu lebih-lebih keluarga nya. Kalaupun janin dipertahankan dan berujung pada pernikahan, kasus married by accident dan juga married di usia dini yang berbahaya bagi kesehatan akan semakin menjamur luas apabila terus dibiarkan karena sungguh miris melihat fenomena ini telah lama hadir di masyarakat kita yang notabenenya mayoritas muslim dan menjunjung tinggi nilai budaya ketimuran.

Selain daripada itu, kasus menjaga jodoh orang (maksudnya tidak jadi menikah dengan pasangan yang dipacari) sudah sangat sering terjadi sehingga tidak jarang berakhir dengan depresi, gila dan bangkrut karena sudah bertahun- tahun pacaran, sudah habis modal, dan waktu terbuang sia-sia, serta dosanya banyak ujung ujungnya pasangan menikah dengan orang lain. Sungguh terlalu, menderita dunia akhirat. Nah sudah jelas kan betapa bahayanya dan ruginya pacaran.

Oleh karena itu, alangkah baik dan mulianya jika kita tetap dalam status jomblo yang terus memperbaiki dan mempersiapkan diri dengan mematangkan emosi, menjadi pemuda yang bertanggung jawab, mapan dan juga punya bekal ilmu yang baik, terlebih ilmu agama sampai kesempatan melamar dan momen ijab qobul itu tiba. Aamiin.

#Salam Jomblo Lillah
Penulis : Muammar Iksan