Gerakan HMI Murni Untuk Umat, Bukan Untuk Kepentingan Politik Praktis
Cari Berita

Advertisement

Gerakan HMI Murni Untuk Umat, Bukan Untuk Kepentingan Politik Praktis

Minggu, 23 September 2018

Foto : Kader HMI Cabang Bima
Bila setiap gerakan di anggap politis oleh karena di tengah kondisi politik bangsa, itu anggapan atau pendapat yang keliru, orang yang beranggapan seperti itu justru dialah yang politis. Beranggapan politis boleh, tapi hakikat gerakan tidak boleh di kaitkan dengan persoalan politik. Apalagi gerakan HMI yang semangat gerakannya jelas. Yaitu, semangat keumatan dan semangat kebangsaan. Penulis pikir kita perlu belajar banyak dari sejarah bagaimana NKRI ini didirikan oleh para pahlawan, di tengah bangsa dalam kondisi yang tertekan, para pejuang kita meteskan darah demi merebut kemerdekaan.

Kita juga perlu mendalami semangat dan tekat mereka. Sebagai midel Clas HMI harus bisa memposisikan diri secara organisatoris di tengah kondisi bangsa yang hampir kehilangan nyawa.

Gerakan HMI Cabang Bima pada tanggal 10 dan 12 September 2018 merupakan gerakan murni tanpa intervensi dan tekanan dari pihak manapun dan kami Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima secara tegas menyatakan tidak ada kaitan dengan persoalan politik apalagi #2019 Ganti Presiden. Kami tegaskan sekali lagi sama sekali tidak ada politik yang menaungi pergerakan kami.

Gerakan yang kami bangun adalah murni gerakan moral, karena kami peduli terhadap keberlanjutan bangsa ini. Bukan hanya Cabang Bima yang melakukan aksi demonstrasi tapi dilakukan pula oleh HMI di berbagai daerah, seperti medan, makassar, ciputat, malang dan banyak lagi di daerah-daerah lain juga yang tidak ketinggalan. Sementara di bengkulu persekusi kader HMI yang menyisakkan luka untuk semua kader HMI di seluruh indonesia. Dan luka itu di gores oleh pihak kepolisian yang seharusnya mengamankan dan melindungi massa HMI.

Aparatur Negara yang seharusnya menjadi tameng masyarakat dan Mahasiswa untuk melindungi diri malah melakukan tindakan yang diluar kewajaran terhadap ketua KAHMI dan Ketum HMI cabang bengkulu, dan Kader HMI Cabang Bima juga mendapat perlakuan yang sama oleh pihak aparat kepolisian.

Sedikit saya paparkan bagaimana kader HMI Cabang Bima di pukul dan melakukan tembakan peringatan dua kali. Menurut kacamata saya ini merupakan sejarah yang tercatat sebagai tragedi yang memalukan bagi bangsa ini. Kami menyampaikan pendapat sebagai upaya perbaikan demokrasi yang tercatat sakit, seolah janji demokrasi adalah angan yang tidak mungkin terwujudkan, begitupun dengan hukum yang dibuat tidak berfungsi karena tingginya tensi politik penguasa.

Kita paham konstitusi kita paham independensi organisasi, tidak mungkin kami menjual gerakan demi kepentingan yang lain. Yang kami pahami hanya satu kepentingan HMI Yaitu: kepentingan menegakkan kebenaran. ( Amarma'ruf Nahimungkar)

Jika PB HMI tidak mau melirik persoalan-persoalan bangsa ini, biarlah kami yang berjuang dan berilah keleluasaan pada kami untuk memperjuangkan nasib rakyat dan jangan batasi kami dengan anggapan politis, karena insyaallah kami tetap memegang teguh Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai pijakan perjuangan.

HMI sebagai organisasi perjuangan tidak boleh diam apalagi tidur. NDP dan BASIC DEMANT bangsa adalah semangat kami.

Secara hirearki Kami taat dan tetap loyal terhadap apapun yang menjadi kebijakan PB HMI yang tidak bertentangan dengan sifat independensi HMI, tapi jangan batasi kami dan semangat kami sebagai kader yang harus mengawal kebijakan penguasa.

Penulis: Sukrin (PAO HMI Cabang Bima).