Antisipasi Kekeringan, Mentan Salurkan Bantuan Biopori dan Sumur Pantek ke Petani
Cari Berita

Advertisement

Antisipasi Kekeringan, Mentan Salurkan Bantuan Biopori dan Sumur Pantek ke Petani

Kamis, 13 September 2018

 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (foto : Media Indonesia)
Indikatorbima.com - Dalam rangka mewujudkan pertanian produktif di musim kemarau, Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan bantuan Biopori dan Sumur Pantek kepada delapan belas (18) Propinsi, dengan total 400 Ha. Selain itu, Kementerian juga mendistribusikan Pompa air, Kamis (13/09/18).

"Semua turun tangan untuk meyakinkan bahwa kekeringan bukan halangan, tetapi kesempatan. Semua pejabat kementerian turun ke lapangan untuk membatu petani mencari sumber air dan mempertahankan pertanaman dan tetap panen," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Bantuan Biopori dimaksudkan untuk mengantisipasi banjir, sementara sumur pantek dan pompa air dimaksdukan untuk mengatasi kekeringan.

"Selain bipori Dan sumur pantek, @kementan juga melakukan manajemen distribusi bantuan pompa air untuk menangani kekeringan, beberapa tempat airnya masih ada," tulis akun twitter @Ditjen_TP_News.

Delapan belas (18) Propinsi yang mendapat bantuan tersebut, dibagi menjadi 3 bagian bagian sebagai berikut :

1. Propinsi yang mendapatkan bantuan Biopori terdiri dari 3 Propinsi yaitu, Aceh (20 Ha), Sumatera Barat (40 Ha) dan NTB (10 Ha).

2. Propinsi yang mendapatkan bantuan Sumur Pantek terdiri dari 14 Propinsi yaitu, Sumatera Selatan (30 Ha), Jawa Barat (30 Ha), Jawa Tengah (20 Ha), DI Yogya (10 Ha), Jawa Timur (40 Ha), Banten (20 Ha), Sumatera Utara (20 Ha), Kalimantan Selatan (10 Ha), Kalimantan Barat (20 Ha), Gorontalo (10 Ha), Sulawesi Selatan (40 Ha), Sulawesi Tengah (10 Ha), Sulawesi Tenggara (50 Ha), Maluku (10 Ha).

3. Propinsi Riau mendapatkan bantuan Biopori dan Sumur Santek (20 Ha).

Namun bagaimanakah masing-masing pemerintah daerah mendistribusikan bantuan pemerintah pusat tersebut kepada para petani, yuk kita cek. Sudah sampai apa belum.

Reporter : Furkan As