Aneh, Aksi Mahasiswa Turunkan Jokowi Tidak Masuk TV Nasional
Cari Berita

Advertisement

Aneh, Aksi Mahasiswa Turunkan Jokowi Tidak Masuk TV Nasional

Sabtu, 15 September 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Suatu kejanggalan lagi-lagi diperlihatkan oleh media TV nasional di negeri ini.

Ditengah riuh dinamika gerakan ribuan mahasiswa dan berbagai elemen organisasi kemahasiswaan yang melakukan aksi demonstrasi terkait anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, tidak satupun yang meliput peristiwa besar ini.

Aksi ini awalnya di inisiasi oleh para mahasiswa Riau yang terekam menduduki kantor DPRD Riau dengan membawa tuntutan agar presiden Jokowi lengser apabila tidak mampu menstabilkan kondisi ekonomi negeri.

Video unjuk rasa tersebut barulah viral setelah di unggah oleh netizen di sosial media dan sekaligus menjadi pemantik gerakan di sejumlah daerah dan kota terutama di Jakarta.

Tepatnya hari Jumat pada tanggal 14 September 2018 kemarin, ratusan mahasiswa turun ke jalan mendatangi istana kepresidenan dan juga gedung mahkamah konstitusi untuk menyuarakan kegelisahan rakyat sekaligus mempertanyakan kinerja pemerintah atas melemahnya rupiah. Bahkan tidak sedikit peserta demo yang menerima pukulan dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Informasi ini pun diketahui ketika netizen meng-upload beberapa video di dunia Maya. Maka sungguh sangat disayangkan apabila media TV nasional yang banyak itu terkesan menutup mata dan bungkam terhadap kondisi negeri yang sedang di bayangi kehancuran ekonomi ini. Padahal peran media tv nasional yang seharusnya menjadi corong utama bagi masyarakat awam untuk memperoleh informasi aktual tentang situasi bangsa sangat diharapkan untuk tampil paling update dalam menyajikan berita2 urgent di tengah2 atmosfer politik yg menyesakkan.

Maka, tidaklah mengherankan jika banyak masyarakat merasa kecewa dan beranggapan bahwa ketidakhadiran TV nasional untuk meliput kejadian ini sebagai upaya peredaman suara dan gerakan mahasiswa yang mulai masif dan mulai terbangun dalam tidur panjang nya untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang selama ini terkesan menyengsarakan rakyat sendiri.

Ataukah bisa jadi sikap tv nasional yang diam ini akan melahirkan pandangan bahwa media nasional tidak bisa menjaga kenetralan dan kepercayaan masyarakat sehingga kemudian cenderung kepada menjaga kepentingan-kepentingan politik rezim yang berkuasa.

Maka dari itu Kita sebagai masyarakat yang baik harus mempunyai daya filter dan daya kritis tinggi dalam menanggapi fenomena-fenomena yang di suguhkan oleh bangsa ini agar kita tidak mudah di giring dan di kendalikan oleh strategi2 politik kepentingan kearah kehancuran.
Semoga media-media di negeri ini tidak menjadi alat2 kepentingan dan juga semoga aksi-aksi mahasiswa tidak ditunggangi kepentingan.

Penulis : Muamar Iksan Jaya