Anak Perempuan Diculik Pakai Mobil Pick Up, Diduga Pelakunya Seorang Polisi
Cari Berita

Advertisement

Anak Perempuan Diculik Pakai Mobil Pick Up, Diduga Pelakunya Seorang Polisi

Kamis, 20 September 2018

Ilustrasi penculikan (foto : Poskota News)
Indikakatorbima.com - Seorang anak perempuan berusia 4 tahun berinisial L, putri kedua dari pasangan Nasarudin dan Umiso asal desa Nanga Wera, kecamatan Wera, kabupaten Bima. Diduga diculik oleh seorang anggota polisi menggunakan mobil pick up dengan nomor polisi DK 829 A sekitar jam 15.00 WITA di sekitar pantai Mantau, Kamis (20/09/18).

Kejadian bermula saat korban bersama keluarganya berjualan ikan di pantai Mantau, desa Nangawera, kecamatan Wera, kabupaten Bima. Saat itu, keluarga bersama warga sekitar melihat korban diangkut menggunakan mobil pick up warna putih, kemudia lari menuju arah kota Bima.

Saat dihubungi oleh Indikator Bima melalui telepon, salah satu anggota keluarga membenarkan kejadian penculikan itu.

"Iya benar, telah terjadi penculikan," kata Moris kepada Indikator Bima.

Lebih lanjut, Moris menjelaskan bahwa dirinya bersama anggota keluarga korban sudah mendatangi kantor Polres Bima bersama ditemani oleh anggota polsek Wera.

"Ini kami baru selesai dari Polres Bima Kota, ini mau pulang dikawal oleh polsek Wera," ungkapnya.

Moris mengungkapkan bahwa pelaku sudah menyerahkan diri kepada Polres Bima Kota, dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut kepada Polres Bima Kota.

"Tadi kita di Polres, ternyata pelaku adalah seorang anggota polisi. Katanya dia sudah minta maaf tapi belum sempat bertemu," jelasnya.

"Tapi, kita belum tau identitas lengkap pelaku itu, besok baru kita ke Polres lagi," lanjutnya.

Mengalami peristiwa ini, pihak keluarga korban akan tetap menempuh jalur hukum meskipun pelaku sudah menyerahkan diri dan meminta maaf.

"Kami akan tetap menempuh jalur hukum, besok kami laporkan secara resmi," tegas Moris.

Sampai dengan berita ini ditulis, belum dikatahui motif pelaku. Namun, korban sudah dibawa pulang oleh keluarga dalam keadaan trauma, begitupun dengan ibu korban.

Reportet : Furkan As