10 Julukan Baru Untuk Kota Bima, Kamu Setuju yang Mana?
Cari Berita

Advertisement

10 Julukan Baru Untuk Kota Bima, Kamu Setuju yang Mana?

Jumat, 21 September 2018

Kantor Walikota Bima (foto : Akuntansidppkadkobi).
Indikatorbima.com - Kota Tepian Air atau Waterfront city merupakan Julukan Kota Bima atas prakarsa Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin. Namun, julukan lain juga diberikan oleh masyarakat Bima.

Beberapa julukan dari masyarakat Bima, khususnya mahasiswa berikut akan membuat kita berfikir kembali sekiranya julukan apa yang cocok untuk kota Bima.

Berikut 10 julukan dari mahasiswa untuk kota Bima :

1. Kota Adat Istiadat

Riski mengungkapkan bahwa ia mengenal kota Bima sebagai kota kebudayaan atau kota adat istiadat, baginya kota Bima sangat kental dengan adat istiadat.

"Bima dikenal sebagai kota Kebudayaan, yang dimana kota yg identik dengan adat dan istiadatnya yang kental, yang selalu di minati bagi para penikmatnya, baik dari penduduk lokal setempat maupun pengunjung luar/ tourist," ungkap mahasiswa Malang ini.

2. Kota Tepian Gunung

Sementara Azis mengatakan bahwa, kota Bima adalah kota tepian gunung. Sebuah kota yang dikelilingi oleh gunung-gunung. Itulah alasannya mengapa ia menjuluki kotanya tersebut sebagai kota tepian gunung.

"Kota Bima itu dikeli oleh gunung-gunung gundul, cocok kita juluki sebagai kota tepian gunung juga," ungkap Azis mahasiswa Malang asal kecamatan Langgudu tersebut.

3. Kota Keramat

Ainul juga mengungkapkan kecintaannya pada kota Bima dengan menjuluki kota tersebut dengan julukan kota keramat, baginya kota Bima adalah kota sejarah.

"Kota indah, tapi di dalamnya penuh dengan sejuta sejarah. Kota Bima sangat tepat di juluki sebagai kota Keramat, sebab kota ini pernah menjadi pusat kerajaan tersohor dan peninggalan2nya 6g amat termahsyur," ungkap mahasiswa UMM asal kecamatan Lambu itu.

4. Kota Kapatu (pantun)

Kota Bima juga dikenal sebagai kota kapatu (pantun) tak jarang warga kota Bima suka dengan isi pantun-pantun khasnya yang lucu tapi bermakna.

"Kota Bima itu tempatnya tokoh-tokoh pantun, isinya lucu tapi maknanya mendalam, coba kita dengar baik-baik isi pantunnya kita kadang nggak sadar dengan maknanya, kota Bima kita juluki dengan kota pantun aja," ujar Amar mahasiswa asal kecamatan Wera ini.

5. Kota Gunung Dua

Rahmat mahasiswa asal kota Bima ini menjuluki kotanya dengan kota gunung dua. Mungkin karena keseringan berurusan dengan polisi yang letak kantor polisi tersebut ada di wilayah gunung dua.

"Dijuluki kota gunung dua unik juga itu, kantor polisi kan alamatnya di gunung dua sana, kalau masyarakat kota berurusan dengan pihak kepolisian pasti ke gunung dua," ujarnya tersenyum

6. Kota Banjir

Hampir setiap tahun Bima kedatangan tamu yang tak di undang, Bukan rahasia umum lagi ketika Bima dikatakan sebagai kota banjir, Ardiansyah yang biasa di sapa Ardi mengungkapkan bahwa julukan yang sesuai untuk kota Bima melihat kondisi kota Bima akhir-akhir ini adalah Bima kota banjir.

"Kota Bima hampir setiap tahun ke datang tamu tak di undang, banjir yang terjadi kemarin membuat Bima mandi lumpur, tahun lalu juga demikian, saya kota Bima kita juluki saja sebagai kota banjir, kan sesuai dengan kenyataan," ujarnya.

7. Kota Penuh Cinta

Melihat kondisi Bima akhir-akhir ini, izul merasa prihatin. Menurutnya Bima berkembang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Izul mengatakan bahwa Bima kekurangan Cinta, Kasih dan sayang, kota Bima membutuhkan Cinta.

"Kota Bima butuh Cinta dan Kasih sayang dari kita semua. Kota Bima tidak boleh kita biarkan hidup tanpa Cinta, kondisi Bima hari ini butuh Cinta, sekali lagi saya katakan butuh Cinta, kita tidak boleh benci pada kota yang harus kita penuhi dengan Cinta ini," katanya.

8. Kota Sejuta Logat

Rizal menyatakan bahwa kota Bima adalah kota sejuta logat, hampir setiap orang berbeda logatnya ketika ia jumpai. Bahkan Saking yakin dengan pernyataannya rizal tak tanggung-tanggung menyuruh saya ke kota Bima.

"Setiap kali saya ke kota Bima saya bertemu dengan orang yang logatnya berbeda, banyak sekali logatnya, kadang lucu kalau mendengar logat mereka. Coba saja ke kota Bima," ungkap mahasiswa Malang asal kecamatan Sape tersebut.

9. Kota Kesepian

Pernyataan prihatin datang dari salah satu mahasiswa asal wera, Baidin. Baginya kota bima adalah kota yang membutuhkan Kasih sayang, perhatian, keperdulian, dan kehangatan dari para perantau.

"Kota Bima adalah kota yang kesepian, kita para perantau pergi meninggalkannya ke kota lain, ia selalu bertanya kapan kita pulang dan kembali ke pangkuannya. Maksud saya kita para perantau jangan pernah tak kembali untuk membangun kota Bima," ujarnya puitis.

10. Kota Tertinggal

Lain halnya dengan ighon, ia menyatakan bahwa kota Bima adalah kota yang tertinggal hampir disegala bidang kehidupan sosial

"yang saya tau Bima adalah kota yang tertinggal pendidikannya, ekonominya, politiknya, tidak sedikit pemudanya memilih kuliah di kota lain, tak sedikit anak dan bapak berkelahi karna beda jalan politik, bahkan di tinggal oleh dunia global," tuturnya.

Nah, terkait 10 julukan untuk kota Bima diatas, kira-kira kalian setuju yang mana? Atau punya julukan sendiri?

Reporter : Nur Assyfah AF