Usai Shalat Magrib Aktivis ini Dikejar Pakai Parang, Percobaan Pembunuhan?
Cari Berita

Advertisement

Usai Shalat Magrib Aktivis ini Dikejar Pakai Parang, Percobaan Pembunuhan?

Rabu, 29 Agustus 2018

Foto : Dhilon Sitorus
Indikatorbima.com - Dhilon Sitorus salah satu aktivis Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, di intimidasi dan dikejar oleh oknum yang diduga preman menggunakan parang. Hal itu terjadi usai shalat magrib disekitar halaman masjid Nurul Huda RT02/RW02 Desa Campa, pada Hari Rabu (28/08/18) kemarin.

Diduga peristiwa itu dilatarbelakangi oleh persoalan pembangunan jalan tani yang menggusur gerbang sekolah SMPN 3 Madapangga. Seseorang berinisial SM warga RT 09 Desa Campa yang diduga sebagai preman tidak terima dengan tindakan Dhilon Sitorus.

Saat itu, Dhilon Sitorus yang juga salah satu pengurus Serikat Mahasiswa Indonesia, sedang memberikan informasi tentang persoalan pembangunan jalan tani kepada jamaah shalat magrib menggunakan pengeras suara masjid.

"Saat itu saya sedang memberikan informasi menggunakan toa masjid kepada jamaah shalat magrib dan masyarakat," kata Dhilon kepada Indikator Bima melalui telpon.

Usai memberikan informasi dan penjelasan tentang persoalan pembangunan jalan tani tersebut, Dhilon hendak keluar masjid bersma dengan jamaah shalat magrib. Namun, tiba-tiba saja SM memanggil Dhilon dengan nada mengancam.

"Setelah itu saya keluar dari Masjid, dan tiba-tiba saja saya di panggil oleh oknum itu dengan nada layaknya seorang preman," terangnya.

Namun, Dhilon tidak langsung mengindahkan panggilan SM tersebut. Ia lantas kembali ke rumahnya yang kebetulan dekat dengan masjid itu untuk memberitahukan ayahnya. Setelah memberitahukan ayahnya tentang SM yang memanggilnya tadi, Dhilon kemudian memenuhi panggilan SM bersama ayahnya. Belum sempat mendekat, SM langsung mengeluarkan parangnya dan mengejar Dhilon.

"Saya belum mengindahkan, saya ke rumah dulu kasih tau ayah. Dan saya menemui dia bersama ayah. Tapi belum dekat dia langsung mengejar saya. Saya lari, kalau saya nggak lari mungkin sudah di bacok," jelas Dhilon yang juga pengurus DPO Forum Komunikasi Mahasiswa Madapangga ini.

Ayahnya yang melihat kejadian itu bersama masyarakat berusaha menghadang dan melerai SM yang sedang mengejar Dhilon. Sehingga Dhilon berhasil meloloskan diri dari kejaran SM.

"Ayah saya bersama masyarakat yang menyaksikan peristiwa itu langsung menghadang dan menahan dia," ungkap Dhilon.

Lebih lanjut Dhilon mengatakan, bahwa dirinya akan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian untuk di tindaklanjuti.

"Saya akan melaporkan peristiwa tersebut, hampir semua masyarakat melihatnya," tegasnya.

Sampai dengan berita ini ditulis, Indikator Bima masih melakukan upaya komunikasi kepada SM untuk dimintai tanggapan lebih lanjut.

Reporter : Furkan As
Editor      : Fuad D Fu