Terlalu Sibuk Urusan Politik Nilai Tukar Rupian Melemah
Cari Berita

Advertisement

Terlalu Sibuk Urusan Politik Nilai Tukar Rupian Melemah

Rabu, 15 Agustus 2018

Foto : Penulis
Indikatorbima.com - Perhelatan akbar mencari sosok nomor satu di Indonesia sudah mulai gencar dan ramai tahun 2018, meskipun pemilihannya masih pada tahun 2019.

Masing-masing kubu koalisi bersikukuh yang paling baik dan benar bahwa calon yang di usungnya adalah pemimpin yang paling baik untuk lima tahun mendatang. Bukan karena sibuknya dengan kegiatan politik ekonomi terksesan di kesampingkan.

Dari situs berita viva.co.id Informasi di situs resmi perbankan, rupiah dijual Rp14.600 hingga Rp14.700 per dolar AS. Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, kurs jual Rp14.700 dan beli seharga Rp14.500 per dolar AS. 

Kemudian, Bank Mandiri jual seharga Rp14.640 per dolar AS dan kurs beli Rp14.550. Lalu, di Bank Central Asia (BCA), dolar AS dijual Rp14.626 dengan kurs beli seharga Rp14.614 per dolar AS.

Saat kondisi ekonomi nasional kondisinya demikian siapa yang harus bertanggungjawab?.
Haruskah kita tunggu dulu nilai tukar rupiah tembus Rp.15.000 baru semuanya heboh dan saling menyalahkan serta lempar tanggungjawab?, atau mungkin negera ingin tetap mempertahankan rekornya dengan mata uangnya yang tergolong dalam mata uang sampah didunia seperti yang dirilis oleh media liputan6.com pada tahun 2014 silam.

Peran negara terkesan hilang dan tumpul tidak mampu memperbaiki kondisi perekonomian. Sejauh ini belum ada langkah-langkah yang efektif dalam upaya memperbaiki dan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pejabat-pejabat negara harus segera kembali ke kursi masing-masing dari tempanya berdiri di panggung politik untuk mendiskusikan kondisi yang ada.
Semoga negara ini tidak berada pada ambang krisis moneter seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998.

Penulis : Salahudin