Pria ini Akan Polisikan Kader PDIP yang di Anggap Kejam Melebihi PKI
Cari Berita

Advertisement

Pria ini Akan Polisikan Kader PDIP yang di Anggap Kejam Melebihi PKI

Minggu, 19 Agustus 2018

Foto : Darusman, A.Ma 
Indikatorbima.com - Polemik antara Darusman, A.Ma dengan Musmuliadin ketua PAC PDIP Kecamatan Ambalawi yang dianggap kejam melebihi PKI mulai memanas, Minggu (19/08/18).

Darusman, A.Ma akan menempuh jalur hukum jika upaya musyawarah mufakat tidak menemukan titik terang.

"Saya akan mengambil langkah hukum jika upaya musyawarah dan mufakat tidak berhasil," tegas Darusman kepada Indikator Bima.

Menurut Darusman, Musmuliadin sudah menjebak dan menipunya dengan cara yang kejam, bahkan kekejaman itu dianggapnya melebihi PKI.

"Ditipu, dikhianati, di bantai dan kejamnya PKI lebih kejam ini yang saya rasakan," ujar Darusman kepada Indikator Bima melalui WhatsApp kemarin, Sabtu (18/08/18).

Menanggapi hal itu, Musmuliadin ketua PAC PDIP Kecamatan Ambalawi menegaskan bahwa dirinya merasa tidak pernah menghianati apalagi menipu Darusman.

"Mohon maaf, bahasa penipuan dari dia dalam bentuk apa saya nipu dia? Terkait dalam kebijakan partai itu bukan saya yang mengatur," tegasnya kepada Indikator Bima melalui telpon.

"Saya tidak tau masalah surat penguduran diri itu hanya punya pak Darusman," lanjutnya.

Bahkan Musmuliadin mempersilahkan kepada Darusman untuk menempuh jalur hukum jika memiliki bukti yang cukup.

"Silahkan saja, kalau dia merasakan itu. Yang penting saya tidak pernah menipu dia," pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, polemik antara Darusman dan Musmuliadin bermula ketika Darusman, A.Ma yang merupakan calon anggota DPRD sementara Kabupaten Bima Dapil IV yang akan di usung oleh partai PDIP dengan nomor urut 5. tereliminasi dari pencalonan setelah dirinya menandatangani surat pengunduran diri atas ajakan temannya Musmuliadin yang juga seorang calon anggota DPRD sementara Kabupaten Bima dengan nomor urut 2 bersama 3 orang temannya yang lain.

Darusman menceritakan kronologis dan proses bagaimana dirinya di eliminasi. Awalnya Musmuliadin yang akan diusung oleh partai PDIP tidak terima dengan penetapan nomor urut calon. Dimana rekannya tidak setuju jika dirinya ditetapkan sebagai calon anggota DPRD sementara dengan nomor urut 2 oleh partai PDIP.

Tidak terima dengan hal itu, rekannya Musmuliadin tersebut mengajak Darusman bersama 3 orang lainnya untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri bermaterai 6000 sebagai bentuk kekecewaan dan penekanan kepada DPC PDIP agar mau merubah posisi nomor urut calon.

Surat pernyataan itu diantar oleh Adi ke rumah Darusman untuk dimintai tanda tangan.

Setelah surat pengunduran diri tersebut ditanda tangani oleh Darusman bersama 3 orang temannya, surat pengunduran diri tersebut kemudian diserahkan kepada DPC PDIP Kabupaten Bima.

Namun yang terjadi justru hal yang tidak terduga, ternyata surat pengunduran diri 4 orang teman Darusman tersebut, tidak pernah sampai ke kantor DPC PDIP Kabupaten Bima, melainkan hanya surat pengunduran diri milik Darusman saja yang diserahkan dan sampai kepada DPC PDIP Kabupaten Bima.

Reporter : Furkan
Editor      : Fuad D Fu