Peserta BPJS Dipungut Biaya Ambulance PKM Pai, BPJS: Kami Akan Tegur
Cari Berita

Advertisement

Peserta BPJS Dipungut Biaya Ambulance PKM Pai, BPJS: Kami Akan Tegur

Selasa, 07 Agustus 2018

Foto : Peserta BPJS Kasmiati warga dusun Pai Desa Pai Kecamatan Wera Kabupaten Bima.
Indikatorbima.com - Seorang peserta BPJS yang dirujuk ke RSUD Bima menggunakan Ambulance PKM Pai dimintai biaya. Kasmiati warga Dusun Pai Desa Pai Kecamatan Wera Kabupaten Bima dimintai biaya sebesar 350 Ribu Rupiah saat dirujuk sekitar pukul 23.06 WITA pada hari Senin tanggal 06 Agustus 2018 kemarin.

Kantor Pelayana BPJS cabang Bima melalui bagian penjaminan rujukan BPJS Cabang Bima mengatakan, bahwa BPJS menjamin biaya kesehatan peserta JKN dan KIS apabila masyarakat yang bersangkutan memiliki kartu kepesertaan aktif.

"JKN dan KIS adalah jaminan kesehatan untuk masyarakat yang di selenggarakan oleh BPJS, guna untuk membantu meringakan peserta BPJS dalam hal Pembayaran kesehatan, dan itu gratis apabila peserta mempunya kartu kepesertaan yang aktif," kata Arfin Y kepada Indikator Bima saat bertandang ke kantor BPJS Cabang Bima, Selasa (07/08/18).

Lebih lanjut Ardin Y menjelaskan, bahwa pengenaan biaya atau pemungutan biaya dalam proses merujuk menggunakan Ambulance PKM atau Rumah Sakit atas dasar kebijakan internal PKM atau Rumah Sakit BPJS tidak bisa mengintervensi. Namun, jika yang sedang dirujuk adalah peserta BPJS Arfin Y menegaskan bahwa itu tidak dibenarkan.

"Terkait hal untuk meminta atau memungut biaya untuk pembayaran Ambulance oleh pihak Puskesmas ataupun Rumah sakit, itu tidak di perbolehkan, dan tidak ada anjuran tertulis dalam daftar kerja kami. Jika itu adalah kebijakan internal dari pihak kesehatan maka kami tidak bisa mengintervensi itu," jelasnya.

"Namun jika pasien adalah peserta kami, maka kami akan melakukan teguran kepada dinas kesehatan dan juga kepada rumah sakit bahwa itu indakan yang tidak benar dan melanggar aturan yang berlaku, karena di bpjs tidak ada satu aturanpun yang memperbolehkan untuk bayar duluan," lanjutnya.

Arfin Y menegaskan jika ada laporan dari masyarakat peserta BPJS tentang adanya pungutan dalam proses merujuk menggunakan Ambulance, maka pihaknya tidak akan segan-segan untik menegur pihak-pihak terkait.

"Apabilla laporan pemungutan atau meminta bayaran untuk ambulance kepada pasien yang kami terima adalah peserta JKN atas nama pasien aktif di data kami, maka kami akan tindak lanjuti dan akan mengirim surat teguran kepada dinas kesehatan berikut puskesmasnya," tegasnya.

"Tidak ada peserta JKN ataupun KIS yang dimintai pembayaran duluan" tutupnya.

Sementara itu, Ahmadin SKM Kepala Puskesmas ketika dikonfirmasi oleh reporter Indikator Bima mengaku, bahwa penarikan biaya Ambulance tersebut bukanlah pungutan atau pengenaan biaya, melainkan pinjaman PKM Pai kepada pasien untuk dikembalikan nanti setelah adanya surat rujukan dari BPJS.

"Itu adalah bukan pungutan atau meminta bayaran Ambulance, tapi itu adalah pinjaman puskesmas kepada pasien untuk biaya perjalanan dan akan di kembalikan setelah surat rujukan atau surat ajuan pesien kepada PBJS di terima dan sudah di cairkan," katanya saat dihungi melalui telepon.

Reporter : Ginanjar