Loe Jual, Gue Beli: Politik Adu Jotos Ala Jokowi
Cari Berita

Advertisement

Loe Jual, Gue Beli: Politik Adu Jotos Ala Jokowi

Kamis, 09 Agustus 2018

Saat Jokowi Berpidato di depan para relawan (foto : Pojoksatu).
Indikatorbima.com - Lazimnya adu jotos dalam perang adalah panglima-nya dulu, panglima head to head dengan panglima. IMAM BESAR HRS adu jotos dengan panglima koalisi indonesia hebat: JOKOWI pasti menarik. Baru dilanjut prajurit kroco yang maju. Dan saya bagian kipas-kipas atau ngurus logistik. Politik memang asyik tidak usah tegang-tegang nyantai saja, rehat sejenak terus adu jotos. Sekedar intermezo ditengah penat.

Sepuluh tahun di latih tapak suci sabuk-ku tak pernah naik apalagi mimpi jadi pendekar. Mungkin saya termasuk kalangan penakut atau kumpulan pecinta dunia tapi omong besar mengajak jihad. Atau seperti pasukan elite berani mati Venezuela yang lari lintang-pukang menyelamatkan diri saat mendengar mercon di atas drone. Meninggalkan Presiden yang pidato sendirian. Pada hari peringatan pamer militer dua hari lalu. Atau orang-orang berjenggot yang lari dari shaf pertama saat terjadi gempa di Lombok. Atau seorang Imam besar yang melarikan diri sambil memekik takbir untuk menyeru jihad.

Baca juga : Persekusi dan Politik Adu Nyali

Jujur saya tak bermaksud merendahkan kepada para pengambil jurus lari langkah 1000, saya hanya terpingkal-pingkal mentertawakan diri sendiri. Itu sangat manusiawi seperti itulah kita diciptakan. Karena sayapun tak kurang lebih sama: ambil jurus lari langkah 1000. Kemudian kita cari pembenar dalam kaidah ushul: menghindari mafsadah lebih diutamakan daripada mengambil maslahat. Mestinya pasukan elite mati saat ada bom meledak karena selamat malah tak menunjukkan harga diri sebagai pasukan berani mati. Mati saat shalat adalah doaku sepanjang hayat tapi malah ada orang lari saat ada kesempatan datang. Imam besar mestinya mati duluan bukan malah memberi instruksi jihad dari kasur empuk berwarna merah. Benar kata Nabi, kita sedang mengidap penyakit wahn akut.

Bukankah kita sudah mengibarkan bendera setengah tiang dan ayat-ayat perang untuk menumbangkan Jokowi, lantas kenapa baper saat ada tantangan adu jotos, mestinya kita sambut dengan suka cita. Musuh sudah jelas di depan mata. Jadi kenapa cari alasan lain untuk menyembunyikan takut .. ah yang benar saja.

Saya pikir Pak Prabowo atau Pak Amien boleh terima tantangan menarik itu. Adu jotos. Dan saya dengan ta'dzim mempersilakan para panglima untuk mengambil tempat terdepan. Mungkin ini cara singkat untuk menentukan siapa pemenang dan layak memimpin negara, tanpa kotak dan bilik suara. Efisien tanpa biaya puluhan triliun.

"Lu jual, gua beli," kata Jokowi pendek. Siapa berani terima tantangan.Monggo dilanjut.

Penulis : @nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar