Kenapa Masih Menjadi Babu, Merdekakah Mereka?
Cari Berita

Advertisement

Kenapa Masih Menjadi Babu, Merdekakah Mereka?

Jumat, 17 Agustus 2018

Ilustrasi TKI (foto : NU Online)
Merdeka!!!
Aku berdikari
Aku proklamasi
Aku idiologi

Di sini di tanah tercinta
Ibu pertiwi ku yang permai
Di tengah lantunan lagu Indonesia raya yang khusuk

Air mata menetes bersama embun pagi
Ia jatuh tepat di atas pundak ibu pertiwi

Memberdirikan semua bulu kuduk
Hingga sempurna MERAH PUTIHku mencapai langit

Aku masih Merdeka
Ku lihat kembali bekas tetes air mata yang membasahi tubuh ibu pertiwi

Ku ambil bekas itu
Lalu kubuatkan sebuah ajimat
Sebagai wujud ibuku ibu pertiwi

Supaya bisa ku tanyakan
Apakah kita merdeka?
Apakah arti merdeka?

Bukankah di Taiwan
Bukankah di Hongkong
Bukankah di Saudi
Bukankah di Qatar
Bukankah di Singapore
Itu adalah anak-anakmu juga?
Kenapa mereka masih menjadi babu?
Kenapa mereka menjadi budak pencuci piring?
Apakah ini kemerdekaan yang kau tawarkan ibuku?

Kemerdekaan bagi para elit politik
Kemerdekaan bagi yang punya titel
Kemerdekaan bagi yang punya akses di tiap birokrasi

Sementara kami, aku, kita, bagai anak tiri dari rahim yang sama.


Penulis : Ginanjar Gie