FKMB Ciputat Desak Pemerintah Tetapkan Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional
Cari Berita

Advertisement

FKMB Ciputat Desak Pemerintah Tetapkan Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

Rabu, 29 Agustus 2018

Screenshot Surat Pernyataan dan press release FKMB Ciputat Raya.
Indikatirbima.com- Forum Komunikasi Mahasiswa Bima-Ciputat Raya (FKMB) mengajak kepada seluruh elemen masyarakat yang memiliki jiwa kemanusian, untuk mendesak pemerintah agar menetapkan gempa bumi di Lombok sebagai bencana nasional, Selasa (29/8/2018).

Jika sampai saat ini belum juga ditetapkan sebagai bencana nasional, mahasiswa dan pemuda Bima yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Bima-Ciputat Raya akan melakukan aksi kemanusian pada Kamis, 30 Agustus 2018, di jalan raya depan halte UIN Jakarta.

Seperti yang dilansir dari koran Nasional Tempo.com, jumlah warga yang diungsikan 390.529 jiwa, 563 jiwa yang meninggal. Data dari Kompas.com, 829 jiwa yang luka-luka, dan kerusakan mencampai 23.098 rumah. Sedangkan, data dari Tribun, kerugian mencapai 7,7 Triluan.

Seperti yang kita ketahui, Bencana Gempa Bumi, yang akhir-akhir ini menimpa saudara-saudara kita di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat, tidak lepas dari kerusakan tangan manusia itu sendiri. Tentu menjadi evaluasi kita semua bahwa manusialah yang menjadi dampak kerusakan alam.

Terkait bencana Gempa Bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat, sampai saat ini pemerintah belum juga menetapkan sebagai bencana nasional. Yang seharusnya pemerintah cepat mengambil tindakan dan mengembalikan kesedihan saudara-saudara kita di Lombok.


Kami akan terus menuntut kepada pemerintah pusat agar:

1. Mendesak Pemerintah pusat untuk menetapkan Lombok sebagai bencana nasional.
2. Mengembalikan kebahagiaan masyarakat Lombok.
3. Meminta kepada seluruh Rakyat Indonesia memberikan dukungan moral untuk masyarakat Lombok.
4. meminta kepada pihak mana pun untuk tidak melakukan tindakan politisasi terhadap bencana Lombok
5. Jika Presiden Jokowi tidak mampu menetapkan Lombok sebagai bencana nasional, maka kami menetapkan Presiden Jokowi sebagai Bencana Nasional.

Reporter : Muh. Ainul B