Bupati Bima Tinjau Kerusakan Infrastruktur di Langgudu, Hanya untuk Pencitraan?
Cari Berita

Advertisement

Bupati Bima Tinjau Kerusakan Infrastruktur di Langgudu, Hanya untuk Pencitraan?

Selasa, 28 Agustus 2018

Foto : Kondisi Jembatan di di Desa Waworada rusak total tidak bisa digunakan warga.
Indikatorbima.com - Warga Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima mulai mempertanyakan soal pembangunan infrastruktur yang selalu dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Bima.

Pemerintah Kabupaten Bima yang dipimpin oleh Hj. Indah Damayanti Putri dan H. Dahlan asal Langgudu ini mulai diragukan oleh masyarakat. Sebab, peninjauan dan rencana pembangunan infrastruktur seolah hanya dijadikan sebagai ajang pencitraan oleh pemerintah.

Hal itu terlihat sejak bulan Februari tahun 2018 lalu, Bupati Bima sempat melakukan survei jalan dan jembatan rusak di desa Waworada Kecamatan Langgudu, sebuah jalan dan jembatan penghubung antara dusun Plasma UPT Waworada dengan Waworada Induk.

Baca juga : Tiduran Sambil Main HP Saat Jam Kerja, Pegawai Pemkot Bima Disemprot Ketua BEM STISIP

Namun, jalan dan jembatan rusak yang ditinjau Umi Dinda ini, hingga sekarang masih nampak rusak total, bahkan tidak bisa digunakan oleh oleh masyarakat setempat.

Salah satu warga desa Waworada Sayarif Hidayat mengungkapkan, bahwa kondisi jembatan dan jalan tersebut sudah pernah dilaporkan oleh pemerintah desa Waworada sejak bulan Februari tahun 2018 lalu, bahkan sudah disurvei langsung Bupati Bima.

"Sudah disurvei langsung oleh Bupati saat itu, namun faktanya sampai saat ini belum ada kabar akan diperbaiki. Malah cenderung diabaikan begitu saja," ungkapnya kepada Indikator Bima, Senin (27/08/18) kemarin.

Menurut Syarif, keberadaan jalan dan jembatan yang juga menghubungkan antara desa Doro'o, desa Laju dan desa Waworada ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Sebab, jalan dan Jembatan tersebut merupakan jalur aktivitas perekonomian masyarakat setiap harinya.

"Segala aktivitas perekonomian pun melewati jalur ini, terutama bagi warga dusun Plasma dan juga dusun Ncera Baru yang akan ke Pasar Rompo. Begitupun dengan warga yang ada di desa Waworada yang sedang budidaya udang di Tambak," ujarnya.

Bahkan, kata Sarif melalui keterangan tertulis yang diterima Wartawan Indikator Bima News warga yang hendak berobat ke Polindes Waworada pun melewati jalan tersebut, termasuk ibu-ibu yang bersalin (melahirkan).

Tak hanya meminta kepada pemerintah kabupaten Bima. Atas nama warga yang ada di Kabupaten Bima pemuda asal Waworada ini juga meminta bantuan kepada wakil rakyat.

Syarif menyebut dua nama anggota DPRD Kabupaten Bima, yaitu Nukrah, S.Sos dan Edy Muhlis, agar membantu kondisi warga dengan segera, sebab keterpurukan yang dirasakan masyarakat sudah cukup lama.

Diketahui, jembatan di desa Waworada ini dibangun pada tahun 1993, hingga roboh disebabkan oleh banjir pada akhir tahun 2016 lalu.

Sementara itu, masyarakat Langgudu begitu percaya dengan dua sosok pemimpin kabupaten Bima Hj. Indah Damayanti putri dan H. Dahlan ini, hingga dahulu masyarakat begitu antusias memenangkannya.

Kini, masyarakat mulai meragukan. Sebab masyarakat menilai belum nampak pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten Bima di Kecamatan Langgudu, terutama pembangunan Infrastruktur.

"Saya lihat sampai saat ini hanya jalan lintas Langgudu Sape yang pembangunannya kelihatan. Jalan lintas Tente Karumbu pun sudah rusak, belum lagi yang lain," tutup Sarif Hidayat.

Reporter : Syahrul Ramadhan
Editor      : Subhan Al-Karim