Bharon Pengusaha Muda Bawang Goreng Crispy Go Internasional
Cari Berita

Advertisement

Bharon Pengusaha Muda Bawang Goreng Crispy Go Internasional

Senin, 06 Agustus 2018

Foto : Firyadin saat berpose di belakang produk bawang goreng cryspi Baba Dae.
Indikatorbima.com - Sungguh suatu prestasi yang luar biasa. Seorang tokoh muda berjiwa bisnis yang pernah bekerja di bagian Quality Health Safety Environment di salah satu perusahaan perminyakan swasta yang ada jakarta ini patut di banggakan dan di apreseasi oleh pemerintah setempat. Ia berhasil mengubah bawang menjadi bawang cryspi.

Pemuda yang bernama Firyadin atau yang akrab di sapa bharon ini, berani mengambil resiko keluar dari perusaan perminyakan yang gajinya hampir puluhan juta, demi untuk berdikari atau membangun usaha sendiri.

"Dari perusahaan itu saya belajar banyak hal dalam dunia bisnismen, dan yang saya petik dari situ ialah cara pemerintahan singapore dan Abudhabi mengelola negara dan rakyatnya untuk wujudkan masyarakat mandiri," ucapnya.

"Dari situlah awal mula saya mulai berpikir untuk meninggalkan pekerjaan tetap saya dan menjadi anak bawang kecil dari timur," lanjutnya.

Baca juga : Home Industri Ina Rasa Produksi Oleh-Oleh Khas Bima, Ini Produk Unggulannya

Bharon bertekad untuk menjadi seorang yang punya usaha sendiri dari pada harus menjadi karyawan pada perusahaan orang lain kira-kira begitulah makna yang penulis tangkap dari kalimat pengusaha Bawang crispy "Baba Dae" yang berasal dari Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima ini.

"Lebih baik menjadi kepala semut dari pada menjadi ekor gajah," katanya.

Bharin mengaku telah membuat target, bahkan dirinya sudah membuat list target yang ingin ia capai.

"Sementara baru dua dari dua puluh list yang saya tulis itu yang saya coret dan yang saya jalankan," tuturnya.

"Alhamdulillah dari dua list yang saya coret itu sampai sekarang masih tetap berjalan," lanjutnya.

Mulianya, misi dari bisnis Bharon tidak hanya untuk dirinya sendiri, Melainkan juga untuk membantu para petani dan nelayan.

"Tujuan saya membangun dan mengembangkan bisnis ini ialah supaya harga jual bawang petani dan harga ikan para nelayan bisa tetap stabil meskipun harga bawang dan harga ikan di daerah lain anjlok,"

Bharon pun bersyukur, usaha bawang goreng cryspinya sudah masuk pasar internasional.

"Bawang goreng cryspi dan ikan teri cryspi ini alhamdulillah sudah di tahap pasar internasional, meskipun baru di negara tetangga kita malaysia yang mengimpornya," pungkasnya.

Bharon juga pernah mendapat predikat juara satu skala Kabupaten Bima, untuk lomba pengolahan makanan yang di adakan oleh dinas pertanian dan dinas pariwisata pada bulan Juni tahun 2018, dengan dua sajian yang dia bawakan saat itu ialah bawang cryspi "BABA DAE" dan Ikan Teri Cryspi.

Reporter : Ginanjar