Tolak Presiden Jokowi di Dompu, ICI Siap Lakukan Aksi ini
Cari Berita

Advertisement

Tolak Presiden Jokowi di Dompu, ICI Siap Lakukan Aksi ini

Kamis, 26 Juli 2018

Foto : Direktur Eksekutif ICI Slamat Abdi Sentosa (memakai kemeja hitam bergelombang).
Indikatorbima.com - Insan Cita Institute (ICI) melalui Direktur Eksekutif Slamat Abdi Sentosa dengan tegas menolak kedatangan Presiden Jokowi Dodo di Kabupaten Dompu. Bahkan ICI tidak segan-segan akan menggelar aksi Demonstrasi dan Memblokir jalan untuk menghadang rombongan presiden Jokowi Dodo, Kamis (26/07/18).

Presiden Jokowi Dodo direncanakan akan datang ke Kabupaten Dompu akhir Juli 2018 yang akan datang untuk meresmikan Rababaka Kompleks Dompu atau DAM Tanju.

Rencana kedatangan presiden tersebut dengan tegas ditolak oleh ICI, sebab kedatangan presiden Jokowi Dodo dianggap hanya kegiatan seremonial yang akan menghabiskan uang rakyat. Bahkan, sebaiknya Presiden Jokowi Dodo diharapkan tidak perlu datang ke Kabupaten Dompu.

"Kami menganggap bahwa kehadiran presiden hanya sebatas ceremony sebab kehadirannya kan meresmikan dam tanju, yang kami harapkan bahwa sekiranya lebih tidak usah hadir kalau hanya datang tapi tidak menyoroti bagaimana problem yang ada di Dompu," tegas Slamat Abdi Sentosa kepada Indikator Bima.

Menurut Slamat Abdi Sentosa, kehadiran presiden harusnya memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Dompu yang sampai hari ini, masih belum mendapatkan keadilan hukum. Selain itu Presiden juga harusnya memberikan solusi untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosial.

"Kehadiran Presiden harusnya untuk menyoroti dan memberikan atensi khusus kepada Kab. Dompu karena Dompu masih banyak yang harus dibenahi, seperti penegakan supremasi hukum dan kesejahteraan sosial," terangnya.

Lebih lanjut Slamat Abdi Sentosa menjelaskan, bahwa Kabupaten Dompu masih memiliki banyak persoalan hukum yang belum diselesaikan, sementara permasalahan lainnya yang tidak kalah penting adalah kesejahteraan guru yang masih luntang lantung tidak jelas.

"Bahwa dompu masih lemah dalam hal itu karena masih banyak persoalan-persoalan hukum yang masih belum bisa dituntaskan dan bicara kesejahteraan sosial salah satunya adalah kesejahteraan guru honorer yang hari ini melakukan aksi menuntut agar di sejahterakan dan tidak diberikan janji palsu," jelasnya.

"Termasuk kasus K2 di Sompu yang sampai hari ini belum ada kepastian hukumnya mesti juga menjadi sorotan serta atensi presiden," tambahnya.

Slamat Abdi Sentosa menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan melakukan aksi Demonstrasi dan blokir jalan untuk menghadang rombongan Presiden Jokowi Dodo.

"Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan itu, aksi demonstrasi atau aksi blokir jalan. Lihat saja nanti," tutupnya.

Reporter : Furkan AS
Editor      : Fuad D Fu