Produk Air Mineral Marina Dianggap Berbahaya, ICI Gugat CV. Aquaku Jaya Bersama
Cari Berita

Advertisement

Produk Air Mineral Marina Dianggap Berbahaya, ICI Gugat CV. Aquaku Jaya Bersama

Kamis, 05 Juli 2018

Foto : Ketua ICI Slamat Abdi Sentosa (kiri) dan Kuasa hukumnya Abdullah, SHM,MH (kanan).

Indikatorbima.com - Insan Cita Institute (ICI) melalui kuasa hukumnya Abdullah, SH.,MH menggugat CV. Aquaku Jaya Bersama di Pengadilan Negeri Dompu terkait produk air mineral kemasan Marina. Diduga proses pembuatan produk air mineral yang diberi nama Marina tersebut tidak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, Kamis (05/07/18).

"Sepanjang tidak ada itikad baik dari pihak marina,dalam hal ini memberikan klarifikasi dan penjelasan secara detail terkait dengan gugatan kami,maka kami akan melanjutkan perkara ini," kata Slamat Abdi Sentosa kepada Indikator Bima.

Sementara itu, Abdullah, SH.,MH selaku kuasa hukum ICI menjelaskan bahwa terdapat banyak sekali dugaan pelanggaran hukum dalam proses pembuatan dan pengelolaan produk air mineral Marina tersebut.

"Sesungguhnya air mineral kemasan harusnya merupakan diolah dari sumber air pegunungan, tapi MARINA melakukan pengeboran di persawahan dengan diamater yang besar," jelasnya kepada Indikator Bima.

"Sehingga selain sumber air yang tidak memenuhi ketentuan undang-undang, maka juga di khawatirkan akan mengurangi sumber mata air persawahan di lokasi tersebut," lanjutnya.

Lebih lanjut Abdullah mengatakan, bahwa lokasi pengeboran air sangat dekat dengan pom bensin. Menurutnya hal itu dapat mempengaruhi kualitas air yang akan di konsumsi oleh konsumen.

"Lokasi pengeboran dan perusaahaannya berjarak sekirar 20 meter dari pom bensin sehingga akan berdampak pada warna, bau dan rasa air kemasan itu sendiri, bertentangan dengan aturan menteri kesehatan," terangnya.

Ditambahkannya, produk air mineral Marina yang dikelolah oleh CV. Aquaku Jaya Bersama dapat mengganggu kesehatan konsumen.

"Didalam produknya setelah diteliti mengadung zat kapur diatas 500 mg/1, padahal diatas angka berpotensi menganggu kesehatan konsumen, sebagaimana diataur dalam permenkes No. 492/Menkes/per/2010 tentang standar kualitas air minum," ungkapnya.

"Selain itu, diduga keras didalam produknya mengandung zat dosis fluoride yang melebihi batas maksimal sebagaimana yang dibatasi oleh permenkes diatas, yakni dengan batas 1,5 mg/liter. Padahal ketentuan SNI 01-3553-2006 yg mengatur bahwa zat fluoride hanya diperbolehkan maksimal 1 mg/l," lanjutnya.

Abdullah menegaskan bahwa tindakan CV. Aquaku Jaya Bersama bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Dan tindakan itu kami anggap pelanggaran terhadap pasal 68 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," tegasnya.

Seperti yang diketahui, Pengadilan Negeri Dompu telah melakukan sidang mediasi antara penggunggat Insan Cita Institute dan tergugat CV. Aquaku Jaya Bersama hari ini, Kamis tanggal 05 Juli 2018.

Reporter : Furkan AS
Editor      : Fuad D Fu