Pemuda Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Hutan Gundul di Lambitu
Cari Berita

Advertisement

Pemuda Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Hutan Gundul di Lambitu

Minggu, 29 Juli 2018

Foto : Hutan Gundul di Lambitu.
Indikatorbima.com - Hutan gundul yang terjadi di kecamatan Lambitu Kabupaten Bima setiap tahun semakin meningkat, Minggu (29/07/18).

hal itu disebabkan oleh berbagai faktor seperti mata pencaharian masyarakat semakin sempit, terjadinya kesenjangan masyarakat dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan hutan.

Hutan gundul terjadi sejak dua tiga tahun belakangan ini yang menyebabkan banyak faktor salah satunya terjadinya tanah longsor dan tanah retak di Desa Teta beberapa bulan yang lalu.

Sementara Lahan yang di buka oleh masyarakat sebagian ada yang termasuk hutan produksi dan juga hutan lindung yang seharusnya di jaga oleh masyarakat.

Nurdin Senioritas Garda Pemuda Lambitu mengatakan, bahwa
dampak hutan gundul itu sangat besar dan akan menimbulkan efek yang besar bagi masyarakat Lambitu kelak, jika tidak segera di tangani oleh pemerintah.

"Kami takut jika tidak di tangani maka akan berakibat kepada desa desa yang lain dan kelangsungan hidup generasi Lambitu ke depan" ungkapnya kepada
Indikatorbima.com

Nurdin menambahkan,
Pemerintah harus segera turun tangan menangani tanah longsor dan hutan gundul di Lambitu.

"Kami selalu perwakilan pemuda lambitu mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan dalam menangani masalah hutan gundul dan tanah longsor di desa Teta, tanpa harus menutupi lahan produksi masyarakat," tutupnya.

Sementara itu perwakilan aliansi Garda Pemuda Lambitu lainnya, menyarankan beberapa solusi yang perlu dilakukan. Salah satunya dengan adanya edukasi kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya menjaga hutan.

"Perlunya edukasi ke masyarakat betapa pentingnya hutan untuk menunjang kehidupan mereka dan anak cucu, selain itu reboisasi kembali dan perlunya kesadaran dari masyarakat itu sendiri" ujar Ma'ruf kepada Indikator Bima.

Reporter : Taufiq
Editor      : Fuad D Fu