HUT Kab. Bima ke 378 Bukti Pemerintah Gagal Wujudkan Bima Ramah
Cari Berita

Advertisement

HUT Kab. Bima ke 378 Bukti Pemerintah Gagal Wujudkan Bima Ramah

Kamis, 05 Juli 2018

Foto : Ketua umum KKPMB Malang
Indikatobima.com - Setelah momentum HUT Kabupaten Bima ke 378 Ketua Umum Kerukunan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bima (KKPMB) Malang mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Hj. Indah Damayanti Putri dan Drs. Dahlan M. Noer telah gagal mewujudkan Bima RAMAH. Agenda-agenda pembangunan pun tidak berjalan secara efektif, Kamis (05/07/18).

"Visi Bima RAMAH hanyalah slogan politik yang tidak memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Bima. Kata yang begitu manis, tapi miskin implementasi," ujar Muh Ainul Basyirah Ketua Umum KKPMB kepada Indikator Bima.

Dia menambahkan, jika ini berlanjut terhadap roda kepemimpinan IDP-Dahlan. Maka, kesenjangan akan semakin melebar di tengah-tengah masyarakat.

"Tiga tahun sudah sang ratu dan pangeran memimpin Kabupaten Bima, tapi hanya disibukkan dengan agenda-agenda politik semata. Geliat politik yang begitu masif berdampak pada terhambatnya pembangunan di Kabupaten Bima," ungkapnya.

Namun demikian, Ainul menginginkan program-program pemerintah Kabupaten Bima harus menumbuhkan nilai-nilai spiritual. Agar keamanan dapat berjalan dengan baik.

"Religius, harus disertai dengan program nyata untuk menumbuhkan nilai-nilai spritual dan pemahaman keagamaan. Stabilitas keamanan harus berjalan dengan baik," terangnya.

Selain itu, Ainul juga menyarankan agar pemerintah memanfaatkan keberadaan sarjana-sarjana muda sesuai dengan kapasitasnya. Konflik korizontal dan pengedaran obat-obatan terlarang harus diatasi agar investor tidak ragu ketiks ingin menanamkan modalnya.

"Agar investor mau menanamkan modalnya di Bima, tidak ada lagi konflik horizontal dan pengedaran obat terlarang serta minuman keras dapat diatasi. Makmur, ada ribuan sarjana di Bima, mereka harus dimanfaatkan sesuai kapasitas keilmuannya," jelasanya.

"Pengembangan produk-produk berbasis nilai-nilai lokal Bima harus digenjot. Sehingga, UMKM dapat bersaing dengan dunia usaha konvensional lainnya," lanjutnya.

Ainul juga menegaskan, agar pemerintah tidak sembarangan dalam mengangkat atau menetapkan pejabat pemerintah.

"Setiap instansi-instansi harus dihuni oleh pejabat yang paham akan keilmunya masing-masing. Sehingga, tidak ada lagi kepala dinas pendidikan yang tidak paham dunia pendidikan," tegasnya.

"Kepala dinas kehutanan yang tidak tahu menahu tentang dunia kehutanan dan begitu dengan yang lainnya," lanjut pria yang juga aktivis HMI ini.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan Bima RAMAH memang tidaklah mudah. Tapi, kerja nyata untuk mewujudkan itu semua yang masyarakat Bima harapkan. Jangan memperbanyak agenda keluar kota dan menghamburkan uang rakyat dengan kegiatan seremonial perayaan tanpa makna. Jahitlah perut Ama Hami yang kelaparan di gubuk tak berdosa itu.

"Semoga dengan momentum HUT BIMA ke 378, visi Bima RAMAH menjadi agenda utama pembangunan pemerintah Kabupaten Bima. Mari kita bersinergi, tidak ada lagi celah antara pemimpin dengan rakyatnya. Rakyat butuh pemimpin, Ratu dan Pangeran juga butuh rakyat. Kita harus bangun dari tidur panjang ini," tutupnya dengan penuh harap.


Reporter : Izul
Editor      : Fuad D Fu